PEMPROV KALTENG RESMIKAN GEDUNG REHABILITASI NAPZA “ISEN MULANG AKADEMI”, PERKUAT LAYANAN PEMULIHAN KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA

Berita45 Dilihat

Pulang Pisau, mitratnipolri.co.id

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) resmi memperkuat upaya penanganan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza) dengan meresmikan Gedung Rehabilitasi Napza “Isen Mulang Akademi” di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei, Bukit Rawi, Kabupaten Pulang Pisau, Rabu (15/7/2026).

 

Peresmian gedung rehabilitasi tersebut dilakukan oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Tengah.

Dalam sambutannya, Linae Victoria Aden menegaskan bahwa pembangunan fasilitas rehabilitasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan layanan kesehatan yang semakin berkualitas, humanis, dan menyeluruh bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan pemulihan akibat penyalahgunaan napza.

 

Menurutnya, keberadaan Isen Mulang Akademi diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menghentikan ketergantungan terhadap zat adiktif, tetapi juga menjadi pusat rehabilitasi yang mampu memulihkan kondisi pasien secara menyeluruh, mulai dari aspek medis, psikologis, sosial, hingga spiritual.

 

“Pemulihan yang dilakukan di sini diharapkan mampu mengembalikan para klien menjadi pribadi yang sehat, produktif, dan siap kembali berperan di tengah masyarakat,” ujarnya.

 

Sementara itu, Direktur RSJ Kalawa Atei, Seniriaty, menjelaskan bahwa nama Isen Mulang Akademi diambil dari filosofi masyarakat Kalimantan Tengah yang bermakna pantang menyerah, tidak mundur, dan terus berjuang menghadapi berbagai tantangan.

 

Filosofi tersebut, lanjutnya, menjadi semangat yang ingin ditanamkan kepada seluruh pasien selama menjalani proses rehabilitasi, sehingga mereka memiliki tekad kuat untuk bangkit dari ketergantungan dan menjalani kehidupan yang lebih baik.

 

Dari sisi fasilitas, gedung rehabilitasi ini memiliki 100 kamar tidur dengan kapasitas pelayanan sekitar 70 hingga 80 pasien. Seluruh klien akan menjalani program rehabilitasi intensif selama 90 hari atau tiga bulan dengan pendampingan tim medis yang berpengalaman.

 

Layanan rehabilitasi didukung oleh tiga dokter spesialis kejiwaan, satu dokter subspesialis psikiatri adiksi yang memiliki kompetensi dalam penanganan gangguan akibat penyalahgunaan zat maupun kecanduan perilaku, serta tenaga kesehatan lainnya yang telah mendapatkan pelatihan sesuai bidangnya.

 

Dengan beroperasinya Gedung Rehabilitasi Napza Isen Mulang Akademi, Pemprov Kalimantan Tengah berharap layanan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan napza dapat semakin optimal sekaligus menjadi bagian dari upaya menekan angka penyalahgunaan narkoba di wilayah Kalimantan Tengah.

Jurnalis : Husin

Red/Anto Prayoga 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *