PEMPROV KALTENG PERKUAT EKOSISTEM INDUSTRI OBAT BAHAN ALAM, DORONG DAYA SAING PRODUK LOKAL

Berita39 Dilihat

PALANGKA RAYA, mitratnipolri.co.id

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat pengembangan industri obat bahan alam melalui pembangunan ekosistem yang terintegrasi. Upaya tersebut dilakukan dengan mendorong penguatan regulasi, pembinaan pelaku usaha, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna meningkatkan daya saing produk lokal berbasis kekayaan hayati daerah.

 

Komitmen tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti, saat mewakili Gubernur Kalimantan Tengah menyampaikan sambutan pada kegiatan Penyerahan Sertifikat Pelaku Usaha Obat Bahan Alam Provinsi Kalimantan Tengah yang berlangsung di Aula Tjilik Riwut, Lantai II Kantor Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palangka Raya, Rabu (15/7/2026).

Dalam sambutannya, Sunarti mengatakan Kalimantan Tengah memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai salah satu sentra penghasil obat bahan alam di Indonesia. Potensi tersebut didukung oleh keberadaan hutan tropis yang kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk berbagai tanaman herbal unggulan seperti Pasak Bumi, Bajakah, dan Tabat Barito yang memiliki nilai ekonomi sekaligus prospek pasar yang menjanjikan.

 

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui sinergi lintas sektor, pendampingan kepada pelaku usaha, serta regulasi yang mampu memberikan kepastian hukum tanpa mengabaikan perlindungan terhadap masyarakat sebagai konsumen.

“Regulasi yang baik bukan menjadi penghambat, tetapi fondasi untuk membangun kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing produk obat bahan alam,” ujarnya.

 

Sunarti menambahkan, percepatan pengembangan industri obat bahan alam tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Kolaborasi antara BPOM, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci agar produk-produk lokal Kalimantan Tengah mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.

 

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama BBPOM Palangka Raya menyerahkan sertifikat kepada sejumlah pelaku usaha obat bahan alam yang telah memenuhi standar dan persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku. Sertifikat tersebut menjadi bukti bahwa produk yang dihasilkan telah memenuhi aspek keamanan, mutu, dan kualitas sehingga layak dipasarkan kepada masyarakat.

 

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Gerakan Minum Jamu Bersama sebagai bentuk kampanye untuk mendorong masyarakat kembali mengonsumsi jamu sebagai warisan budaya Indonesia sekaligus bagian dari pola hidup sehat. Dalam kesempatan itu, masyarakat juga diimbau agar selalu memilih produk jamu yang telah memiliki izin edar dan memenuhi standar keamanan serta mutu yang ditetapkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

 

Menutup sambutannya, Sunarti berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga potensi tanaman obat lokal mampu dikelola secara berkelanjutan. Menurutnya, pengembangan sektor obat bahan alam tidak hanya memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat posisi Kalimantan Tengah sebagai salah satu daerah penghasil produk herbal unggulan di Indonesia.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM RI Mohamad Kashuri, Kepala BBPOM Palangka Raya Ali Yudhi Hartanto beserta jajaran, kepala perangkat daerah, perwakilan instansi vertikal, serta para kepala unit BPOM se-Kalimantan Tengah.

Jurnalis : Husin

Red/Anto Prayoga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *