SAMPIT, mitratnipolri.co.id
Tim gabungan tidak tinggal diam lakukan kegiatan Pemadaman dan Pendinginan Kebakaran lahan dan hutan langsung digeber di 13 lokasi sekaligus pada hari Selasa siang (22/09/2026), Informasi awal diperoleh melalui laporan masyarakat dan hasil _ground check_ di lapangan. Begitu titik api terkunci, koordinasi antar regu langsung dilakukan dan tim melesat ke lokasi sasaran untuk memadamkan api dan melakukan pendinginan total.
Lokasi kebakaran yang ditangani hari ini meliputi Simpang Kandan Lingkar Utara, Kelurahan Baamang Hulu, Jl. Bumi Raya (Perumahan Citra Mandiri Jalur 7, 10, 11), Jl. Bumi Raya (Poros Jalan), Jalan Betang Raya SMPN 8, Jl. Poros Kelurahan Tanah Mas, Jl. Jendral Sudirman KM 11, Jl. Betang Raya (Poros SMP 8), Jl. Simpang Kandan, Jl. I.R Soekarno (Lingkar Utara) Pondok Al-Marhamah, Jl. Bina Karya Gg. Prenjak, hingga Jl. Tjilik Riwut KM 9.
Medan yang dihadapi tidak mudah. Struktur tanah terdiri dari tanah keras, serabut akar tanaman, dan tanah gambut, dikelilingi beberapa pohon kelapa sawit, semak belukar dan tanaman pakis. Api yang terlihat padam di permukaan, masih menyimpan bara di dalam akar gambut.
Untuk itu, kekuatan penuh diterjunkan. Personel yang terlibat dalam kegiatan ini adalah POLRES KOTIM, BRIMOB, TNI, BPBD, DAMKAR, dan MANGGALA AGNI dan instansi terkait lainnya Mereka bahu-membahu menyemprotkan air, membongkar serabut akar yang membara, dan memastikan tidak ada lagi api yang tersisa.
Kapolres Kotawaringin Timur AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra. W., S.H., S.I.K., M.M. melalui Perwira Pengendali (Padal) IPDA Eko Supianor menyampaikan bahwa hari ini kita kembali berjibaku di 13 titik, Informasi kita dapat dari masyarakat dan ground check anggota kita tidak hanya padamkan atasnya. Tanah kita gambut, akar serabut, kalau tidak didinginkan total, bara di bawah akan hidup lagi. Kita harus pastikan api benar-benar mati.
Diminta kepada masyarakat jangan membuka lahan dengan cara membakar karena akan menimbulkan asap tebal dan dapat mencemari udara maupun merusak ekosistem alam yang dapat merugikan kita semua,”ujarnya.
Jurnalis:Husin Kaperwil Kalteng/Dery Humas
Red/Anto Prayoga
