DUMAI, mitratnipolri.co.id
Keberadaan gudang penampungan barang bekas (rongsokan/botot) di Jalan Soekarno-Hatta, RT 006, Gang Hidayah, Kelurahan Bukit Kapur, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, Riau, kian meresahkan masyarakat setempat.
Aktivitas penimbunan yang telah berlangsung bertahun-tahun tersebut diduga menjadi pemicu timbulnya wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkungan sekitar.
Menurut keterangan salah seorang warga RT 006 kepada awak media pada Rabu (01/07/2026), tumpukan barang bekas di gudang milik pria yang akrab disapa Uman tersebut disinyalir telah beroperasi selama kurang lebih lima tahun tanpa adanya penataan lingkungan yang baik.
”Kami sudah sangat resah. Bahkan warga pernah menegur langsung pemiliknya (Pak Uman), namun ia berdalih bahwa penyakit itu datangnya dari Tuhan, bukan karena rongsokan miliknya,” ujar salah satu warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Tiga Anak Terserang DBD, Warga Tempuh Jalur Hukum dan Birokrasi
Ketidakpuasan warga terhadap respons pemilik gudang memuncak setelah diketahui adanya tiga anak di lingkungan RT 006 yang dilaporkan terjangkit penyakit DBD.
Menumpuknya barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan diduga kuat menjadi tempat penangkaran dan berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti.
Mengantisipasi jatuhnya korban lebih lanjut, warga RT 006 Bukit Kapur menggelar musyawarah mufakat. Hasil dari pertemuan tersebut adalah dibuatnya surat laporan pernyataan keberatan tertulis yang ditandatangani oleh puluhan warga serta didukung oleh Ketua RT 006 setempat.
Lurah Enggan Tanda Tangan, Warga Berharap DLH Dumai Turun Tangan
Namun, langkah administratif warga berujung kekecewaan. Saat perwakilan warga mendatangi Kantor Kelurahan Bukit Kapur pada Kamis (02/07/2026) untuk menyerahkan laporan tersebut, Lurah Bukit Kapur, Bakbukori, kedapatan enggan membubuhkan tanda tangan atau memberikan pengesahan atas surat keberatan yang dibawa oleh warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pasti alasan penolakan penandatanganan berkas tersebut oleh pihak kelurahan.
Warga terpaksa pulang dengan rasa kecewa yang mendalam.
Melalui rilis pers ini, masyarakat RT 006 Kelurahan Bukit Kapur sangat berharap kepada Pemerintah Kota Dumai, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Kesehatan, untuk segera turun ke lokasi melakukan peninjauan (sidak) serta memberikan solusi konkret demi kesehatan dan kenyamanan masyarakat.
(Parluhutan Marpaung – Kabiro Kabupaten Labuhanbatu)
Editor: Herman
