POLISI UNGKAP DUGAAN PERAN LIMA TERSANGKA DALAM KASUS TEWASNYA TIGA ANGGOTA SATRESNARKOBA POLRES KATINGAN

Berita28 Dilihat

KASONGAN, mitratnipolri.co.id

Penyidik Polres Katingan mulai mengungkap dugaan peran lima tersangka dalam kasus penyerangan yang menewaskan tiga anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan saat penggerebekan kasus dugaan peredaran narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah.

 

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan sementara, tersangka berinisial Saldy diduga berperan menggunakan senjata api dalam insiden yang terjadi pada Kamis (2/7/2026) dini hari tersebut.

 

Sementara itu, tersangka berinisial Yadi diduga menyerang Aiptu (Anumerta) Yudhi Perdana Putra menggunakan senjata tajam.

 

“Untuk penggunaan senjata api diduga dilakukan oleh Saldy, sedangkan Yadi diduga menggunakan senjata tajam dan membacok almarhum Yudhi. Adapun tiga tersangka lainnya diduga melakukan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” kata Dodik, Kamis (9/7/2026).

 

Menurut Dodik, penyidik masih terus mendalami peran masing-masing tersangka. Proses penyidikan juga menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) sebagai bagian dari pembuktian perkara.

 

“Saat ini penyidikan masih terus kami lakukan dan kami masih menunggu hasil Labfor,” ujarnya.

 

Selain lima tersangka yang telah diamankan, tim gabungan Polda Kalimantan Tengah bersama Polres Katingan masih memburu sejumlah terduga pelaku lain yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.

 

Dua orang yang hingga kini masih dalam pencarian polisi masing-masing berinisial Bio dan Ramlan.

 

Di sisi lain, sebuah video berdurasi 1 menit 43 detik yang beredar di media sosial memperlihatkan proses penangkapan Yadi bersama dua orang lainnya.

 

Dalam rekaman tersebut, petugas terdengar meminta keterangan mengenai keberadaan pelaku lain yang diduga ikut terlibat dalam penyerangan. Yadi kemudian menyebut sejumlah nama yang diklaim berada di lokasi kejadian, termasuk pihak yang disebut menggunakan senapan angin maupun senjata api.

 

Meski demikian, informasi yang muncul dalam video tersebut masih merupakan bagian dari proses penyidikan. Kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan kebenaran seluruh keterangan yang disampaikan serta peran masing-masing pihak dalam peristiwa tersebut.

Jurnalis : Husin

Red/Anto Prayoga 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *