PEMANCANGAN TIANG PERDANA HUMA BETANG DIMULAI, GUBERNUR KALTENG TEGASKAN KOMITMEN PELESTARIAN BUDAYA DAYAK

Institusi TNI24 Dilihat

Palangka Raya, mitratnipolri.co.id

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi memulai pembangunan Huma Betang melalui prosesi pemancangan tiang perdana yang digelar di kawasan Bundaran Besar, Kota Palangka Raya, Kamis (23/7/2026).

 

Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.22 WIB tersebut menjadi tonggak awal pembangunan Huma Betang yang diproyeksikan sebagai pusat pelestarian budaya Dayak sekaligus simbol persatuan masyarakat Kalimantan Tengah.

Acara tersebut dihadiri sekitar 750 undangan, di antaranya Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan, perwakilan Pangdam XXII/Tanjungpura, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Kalimantan Tengah, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan instansi vertikal, para damang, kepala adat, mantir adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pelajar, serta masyarakat.

 

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Kalteng Makin Berkah, pembacaan doa lintas agama, laporan ketua panitia, sambutan Gubernur Kalimantan Tengah, prosesi adat pemancangan tiang pertama Huma Betang, foto bersama, dan penutupan.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Tengah menegaskan bahwa Huma Betang merupakan simbol falsafah hidup masyarakat Dayak yang mengandung nilai-nilai kebersamaan, toleransi, persatuan, gotong royong, saling menghormati, serta hidup berdampingan dalam keberagaman.

 

Menurut Gubernur, pembangunan Huma Betang bukan sekadar mendirikan sebuah bangunan, melainkan juga memperkuat karakter masyarakat agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, adat istiadat, dan kearifan lokal sebagai identitas Kalimantan Tengah.

 

“Huma Betang nantinya tidak hanya menjadi ikon budaya, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pelestarian budaya, sarana edukasi, tempat penyelenggaraan kegiatan adat, pusat pengembangan seni dan budaya, destinasi wisata, serta ruang kolaborasi bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai budaya daerah,” ujar Gubernur.

 

Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Tengah untuk terus menjaga persatuan, keamanan, dan kerukunan sebagai modal utama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang maju, sejahtera, dan bermartabat.

 

Ia menegaskan bahwa hasil pembangunan harus dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat, baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan. Pemerataan pembangunan, menurutnya, merupakan kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi angka kemiskinan.

 

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebagai masyarakat Dayak, ujarnya, harus mampu menjadi tuan di tanah sendiri tanpa mengesampingkan nilai persatuan, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman yang berlandaskan Pancasila.

 

Ia berharap pembangunan Huma Betang dapat diselesaikan sesuai dengan rencana, tepat waktu, berkualitas, serta tetap memperhatikan nilai-nilai adat dan kelestarian lingkungan. Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat Huma Betang sebagai warisan budaya yang akan diwariskan kepada generasi mendatang.

 

Selain itu, Gubernur menekankan pentingnya memperkenalkan sejarah dan budaya kepada generasi muda agar mereka tidak kehilangan jati diri. Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah. Oleh karena itu, pembangunan sumber daya manusia harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian budaya.

 

Mengakhiri sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan Huma Betang. Ia berharap semangat Huma Betang terus menjadi perekat persatuan masyarakat Kalimantan Tengah dalam bingkai NKRI.

 

Prosesi pemancangan tiang perdana berlangsung khidmat dan menjadi penanda dimulainya pembangunan salah satu ikon budaya Kalimantan Tengah. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 09.45 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

 

Pembangunan Huma Betang dinilai memiliki nilai strategis sebagai pusat kegiatan budaya, pendidikan, sosial, dan pariwisata. Keberadaannya diharapkan mampu memperkuat identitas budaya Dayak, meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan pariwisata berbasis budaya.

 

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap progres pembangunan guna memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana, memenuhi standar mutu, serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Jurnalis : Husin/Kaperwil Kalteng

Red/Anto Prayoga 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *