PANGDAM XXII/TAMBUN BUNGAI DIWAKILI ASLOG KASDAM XXII/TB TEKANKAN KESIAPSIAGAAN PENANGANAN KARHUTLA DI KALTENG

Institusi TNI31 Dilihat

PALANGKA RAYA, mitratnipolri.co.id

Kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus diperkuat. Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Penanganan Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang digelar di Lobi Polda Kalteng, Senin (24/8/2026).

 

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., yang diwakili Aslog Kasdam XXII/TB Kolonel Czi Aji Sujowo, S.H., M.Si., menghadiri kegiatan tersebut bersama Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, S.Ikom., dan Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si.

Dalam kesempatan itu, Aslog Kasdam XXII/TB menyampaikan bahwa kesiapsiagaan penanganan karhutla telah dilakukan sejak awal Juli 2026. Upaya tersebut diperkuat dengan pendistribusian sarana pemadaman ke sejumlah kabupaten dan kota yang memiliki tingkat kerawanan karhutla tinggi.

 

Sebanyak 149 unit kendaraan pemadam kebakaran dan 100 unit truk tangki air telah didistribusikan ke sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah. Ketersediaan peralatan tersebut diharapkan dapat mempercepat respons petugas dalam melakukan pencegahan dan penanganan kebakaran.

 

Dukungan terhadap penanganan karhutla semakin diperkuat setelah kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Kalimantan Tengah. Sejumlah peralatan tambahan kemudian dikirim secara bertahap menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan personel gabungan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla. Personel tersebut akan dikerahkan ke sejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan.

 

Pengerahan personel gabungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pencegahan sekaligus mempercepat penanganan karhutla. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait diharapkan mampu meminimalkan risiko kebakaran serta mencegah api meluas ke wilayah lainnya.

 

Kesiapan personel, sarana, dan prasarana menjadi faktor penting dalam menghadapi potensi karhutla di Kalimantan Tengah, terutama selama periode meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan.

 

Jurnalis : Husin/Kaperwil Kalteng

Red/Anto Prayoga 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *