Panas, Asap dan Debu Bukan Penghalang, TNI – Polri Bersama Tim Gabungan Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA) Berjibaku Lawan Karhutla di Gunung Mas.

Kuala Kurun, mitratnipolri.co.id

Di tengah teriknya matahari, kepulan asap dan debu yang menyelimuti lokasi kebakaran, personel TNI – POLRI bersama tim gabungan Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA) tetap berada di lapangan.

Mereka terus bergerak melakukan pemadaman dan pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah rawan di Kabupaten Gunung Mas.

Kondisi medan yang berat serta panasnya lahan tidak menyurutkan langkah para petugas. Dengan peralatan dan kemampuan yang ada, mereka berjibaku mengendalikan api, melakukan pendinginan, serta memastikan titik-titik yang telah dipadamkan tidak kembali terbakar (18/09/2026).

 

Bagi para personel di lapangan, tugas tersebut bukan hanya tentang memadamkan api. Lebih dari itu, setiap langkah yang dilakukan merupakan upaya untuk melindungi masyarakat dari ancaman asap, menjaga lingkungan, dan mencegah kebakaran meluas ke wilayah lainnya.

Semangat pengabdian terlihat dari para personel yang tetap bertahan di tengah kondisi yang penuh tantangan. Keringat, panas, debu dan asap menjadi bagian dari perjuangan mereka untuk menjaga Kabupaten Gunung Mas tetap aman dari ancaman Karhutla.

 

Dandim 1018/Gms Letkol Arm Danang Wahyu Utomo, S.Sos., M.H.I., menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan tim gabungan yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam penanganan Karhutla.

 

“Terima kasih kepada seluruh personel dan tim gabungan yang terus bekerja keras di lapangan. Panas, asap dan kondisi medan yang sulit tidak menyurutkan semangat untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Tetap jaga kesehatan dan keselamatan, namun laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujar Dandim.

 

Dandim juga menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Upaya pemadaman harus berjalan beriringan dengan pencegahan dan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

 

Jurnalis:Husin Kaperwil Kalteng/Dery Humas 

Red/Anto Prayoga 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *