OPERASI PENINDAKAN NARKOTIKA DI KATINGAN RICUH, SATU PERSONEL SATRESNARKOBA GUGUR, DUA ANGGOTA DALAM PENCARIAN

Berita58 Dilihat

Katingan, mitratnipolri.co.id

Operasi penindakan terhadap dugaan peredaran narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berujung insiden bentrokan antara personel Satresnarkoba Polres Katingan dengan sejumlah warga pada Kamis (2/7/2026) dini hari. Dalam peristiwa tersebut, satu anggota kepolisian dilaporkan gugur, sementara dua personel lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian.

 

Operasi tersebut merupakan tindak lanjut atas informasi masyarakat yang diterima Satresnarkoba Polres Katingan pada Rabu (1/7/2026) mengenai dugaan aktivitas peredaran narkotika jenis sabu di Desa Tumbang Kalemei.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kasat Resnarkoba Polres Katingan memerintahkan anggotanya melakukan penyelidikan. Dari hasil pendalaman, petugas mengidentifikasi seorang terduga pelaku berinisial BIO, yang disebut merupakan residivis dalam kasus penyalahgunaan narkotika.

 

Sekitar pukul 21.00 WIB, tim Satresnarkoba bergerak menuju lokasi dan tiba di Desa Tumbang Kalemei sekitar pukul 00.30 WIB. Setibanya di lokasi, personel dibagi menjadi dua tim. Tim pertama yang dipimpin langsung Kasat Resnarkoba mendatangi rumah terduga pelaku, sementara tim kedua bersiaga di sekitar kawasan SMP Negeri setempat sebagai tim pendukung.

 

Saat proses pengamanan berlangsung, terduga pelaku berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika seorang pria dari arah dapur diduga membawa sebilah parang dan mengarahkannya kepada salah satu anggota polisi. Upaya tersebut berhasil digagalkan petugas.

 

Tidak lama kemudian, dua pria lainnya diduga keluar dari dalam rumah sambil membawa senjata tajam dan disebut melakukan penyerangan ke arah petugas, termasuk kepada Kasat Resnarkoba Polres Katingan. Polisi sempat memberikan tembakan peringatan, namun menurut laporan, peringatan tersebut tidak diindahkan sehingga dilakukan tindakan pelumpuhan terhadap salah seorang penyerang.

 

Peristiwa itu memicu kepanikan keluarga dan warga sekitar. Situasi kemudian berkembang menjadi tidak kondusif setelah sejumlah warga berdatangan dan diduga membawa senjata tajam serta senjata api rakitan. Dalam kondisi tersebut, personel Satresnarkoba berupaya menyelamatkan diri sembari meminta bantuan personel tambahan dari Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah.

 

Tim pertama sempat berlindung di sebuah pulau kecil di tengah sungai. Bahkan Kasat Resnarkoba dilaporkan harus terjun ke sungai untuk menghindari situasi yang semakin berbahaya. Meski demikian, menurut laporan internal, perlawanan dari sejumlah warga masih terus terjadi, termasuk dugaan adanya tembakan menggunakan senjata api rakitan.

 

Di lokasi persembunyian, personel yang berada di pulau menghubungi tim kedua agar segera meminta bantuan ke Polsek Katingan Tengah. Kasat Resnarkoba juga melaporkan kondisi darurat tersebut kepada Kapolres Katingan.

 

Tim kedua kemudian bergerak menuju Polsek Katingan Tengah menggunakan kendaraan roda empat. Dalam perjalanan, mereka sempat mendapat hambatan, termasuk dugaan pengejaran dan penghadangan oleh sejumlah orang yang membawa senjata tajam, balok kayu, serta diduga senjata api rakitan. Meski demikian, seluruh personel tim kedua berhasil mencapai Polsek Katingan Tengah dengan selamat.

 

Sementara itu, personel tim pertama yang berada di pulau berusaha menyelamatkan diri dengan berenang menyeberangi sungai. Sebagian anggota berhasil meloloskan diri dan bersembunyi di kawasan hutan. Namun beberapa personel lainnya diduga mengalami kelelahan sehingga tidak mampu melanjutkan upaya penyelamatan diri.

 

Hingga saat ini, sebanyak sembilan anggota Satresnarkoba Polres Katingan telah berhasil dievakuasi oleh personel gabungan Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah.

 

Satu anggota polisi, Aipda Yudhie, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sebuah lanting. Sementara dua personel lainnya, yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, masih belum diketahui keberadaannya.

 

Aparat kepolisian hingga kini terus melakukan pencarian dan penyisiran di sepanjang aliran sungai serta lokasi sekitar tempat kejadian untuk menemukan kedua personel tersebut. Polisi juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap secara utuh kronologi serta pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.

Jurnalis : Husin

Red Anto Prayoga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *