DUA RUMAH DAN JEMBATAN AMBRUK DI TEPI SUNGAI KAHAYAN AKIBAT ABRASI DI PALANGKA RAYA

Berita186 Dilihat

PALANGKA RAYA, mitratnipolri.co.id

Abrasi yang terjadi di bantaran Sungai Kahayan kembali menimbulkan dampak serius. Dua unit rumah warga serta sebuah jembatan di kawasan Jalan A. Yani, Gang Sepakat, RT 08 RW 03, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, dilaporkan ambruk setelah tanah di tepi sungai terkikis secara bertahap hingga tidak mampu lagi menahan beban bangunan.

 

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 1 Juli 2026, sekitar pukul 05.00 WIB saat sebagian besar warga masih berada di dalam rumah masing-masing. Kondisi tanah yang terus mengalami pergeseran diduga menjadi pemicu utama runtuhnya bangunan ke arah aliran sungai.

 

Dari lokasi kejadian, tampak material bangunan berupa kayu, papan, hingga seng berserakan setelah terbawa longsoran tanah. Struktur rumah yang mayoritas berbahan kayu tidak mampu bertahan ketika pondasi di bawahnya ambles akibat abrasi yang berlangsung cukup intens.

 

Salah satu warga terdampak, Risa (39), mengaku kejadian berlangsung begitu cepat dan terjadi saat suasana masih dini hari. Ia menyebut hanya dirinya yang sempat menyadari kondisi sebelum bangunan benar-benar ambruk.

 

“Kejadiannya pagi hari, waktu itu orang-orang masih tidur. Bagian dapur yang pertama kali ambruk, jadi kami masih sempat menyelamatkan diri,” ungkapnya.

 

Meski seluruh penghuni rumah berhasil selamat, Risa mengaku masih mengalami tekanan psikologis akibat kejadian tersebut. Ia juga berharap adanya perhatian dan solusi dari pemerintah terkait kondisi permukiman warga yang berada di sepanjang bantaran Sungai Kahayan.

 

“Masih trauma dan was-was, tapi kami sudah lama tinggal di sini. Harapannya ada solusi dari pemerintah,” ujarnya.

 

Selain merusak dua rumah warga, abrasi juga menyebabkan sebuah jembatan di sekitar lokasi mengalami kerusakan cukup parah dan tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.

 

Menindaklanjuti kejadian tersebut, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pendataan serta pengecekan kondisi lapangan. Aparat juga mengimbau warga sekitar agar meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi abrasi susulan masih dapat terjadi, terutama saat kondisi tanah dalam keadaan labil.

 

Hingga saat ini, area terdampak masih dalam pemantauan pihak berwenang untuk mencegah risiko lanjutan bagi warga yang bermukim di kawasan bantaran sungai tersebut.

Jurnalis : Husin

Red/Anto Prayoga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *