MAJALENGKA, mitratnipolri.co.id
Tradisi budaya khas masyarakat Jawa Barat kembali mewarnai suasana khitanan massal yang digelar di Blok Kubangsari, Desa Karangasem, Kabupaten Majalengka, Minggu (15/02/2026).
Acara khitanan tersebut berlangsung meriah dengan iringan kuda renggong, kesenian tradisional yang menjadi simbol syukur sekaligus hiburan warga dalam berbagai hajatan.
Kegiatan ini merupakan bentuk syukuran keluarga Didi Sarmadi dan Ibu Inah, yang mengkhitankan putra mereka bernama Azam Aulian Alparizki. Prosesi arak-arakan kuda renggong pun menarik perhatian masyarakat sekitar yang turut menyaksikan jalannya acara.
Pihak keluarga menjelaskan bahwa Azam merupakan anak kedua. Anak pertama mereka adalah seorang putri bernama Sella Mutianasari.
Hajatan ini turut melibatkan panitia keluarga dan warga setempat, di antaranya Sudibyo, serta juru masak Ibu Mimin, dibantu Isah Jepri, Ibu Ani, dan rekan-rekan warga RT 04/08.
Salah seorang warga sekaligus pihak keluarga, Bapak Hamid, mengatakan bahwa tradisi ini menjadi bagian penting dalam menjaga nilai budaya sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
“Alhamdulillah ini bukan hanya syukuran khitanan, tapi juga bentuk kebersamaan keluarga dan warga. Tradisi kuda renggong ini sudah turun-temurun, jadi harus terus dijaga,” ujar Hamid.
Selain sebagai tradisi, momen khitanan ini juga terasa semakin istimewa karena dilaksanakan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, yang tinggal menghitung hari.
Warga setempat menyebut kegiatan tersebut bukan sekadar hajatan keluarga, tetapi juga menjadi ajang mempererat kebersamaan serta menjaga warisan budaya lokal agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Jurnalis : Hamid
Red/Aldi P
