EKSPOR KALTENG TEMBUS US$1,2 MILIAR, BATUBARA DAN SAWIT MASIH JADI ANDALAN

Berita58 Dilihat

Palangka Raya, mitratnipolri.co.id

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Konferensi Pers Berita Resmi Statistik (BRS) di Ruang Vicon BPS Kalteng, Jalan Kapten Pierre Tendean, Palangka Raya, Selasa (2/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 30 peserta yang terdiri atas perwakilan pemerintah daerah, instansi terkait, serta media cetak dan daring.

 

Dalam kesempatan itu, Kepala BPS Kalimantan Tengah memaparkan sejumlah indikator strategis daerah, di antaranya perkembangan ekspor dan transportasi udara selama periode Januari hingga April 2026.

 

Pada sektor ekspor, komoditas bahan bakar mineral berupa batu bara dan lignit masih mendominasi nilai ekspor Kalimantan Tengah dengan capaian sebesar US$892,37 juta atau 72,58 persen dari total ekspor. Posisi kedua ditempati minyak kelapa sawit dengan nilai ekspor US$271,70 juta atau 22,10 persen, sedangkan produk kayu dan turunannya menyumbang US$26,50 juta atau 2,16 persen dari total ekspor.

 

Berdasarkan negara tujuan, Jepang menjadi tujuan ekspor terbesar dengan kontribusi 31,77 persen atau senilai US$390,61 juta. Selanjutnya, India menempati posisi kedua dengan kontribusi 27,41 persen atau US$336,99 juta, diikuti Korea Selatan sebesar 9,23 persen atau US$113,47 juta.

 

Dari sisi pelabuhan muat, sebanyak 25,97 persen nilai ekspor Kalimantan Tengah dikirim melalui pelabuhan yang berada di wilayah provinsi tersebut, dengan Pelabuhan Kumai sebagai pelabuhan utama. Sementara itu, 74,03 persen ekspor masih dikapalkan melalui pelabuhan di luar Kalimantan Tengah, terutama melalui Pelabuhan Banjarmasin.

 

Pada sektor transportasi udara, BPS mencatat frekuensi penerbangan di Kalimantan Tengah selama April 2026 mencapai 1.472 penerbangan, atau turun 11,86 persen dibandingkan Maret 2026. Namun, jika dibandingkan dengan April 2025, jumlah penerbangan relatif stabil dan tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.

 

Bandar Udara Tjilik Riwut di Palangka Raya masih menjadi pusat aktivitas transportasi udara di Kalimantan Tengah dengan melayani 50,73 persen dari total penumpang. Sementara itu, Bandara Iskandar di Pangkalan Bun melayani 34,34 persen penumpang dan Bandara H. Asan di Sampit melayani 11,27 persen penumpang. Adapun sisanya tersebar di sejumlah bandara lain di wilayah Kalimantan Tengah.

 

Konferensi pers yang berlangsung hingga pukul 14.30 WIB tersebut berjalan dengan aman dan lancar. Melalui kegiatan ini, BPS Kalimantan Tengah terus berupaya menyebarluaskan data statistik resmi yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai bahan rujukan bagi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, serta masyarakat dalam memahami perkembangan perekonomian daerah.

Jurnalis : Husin

Red/Anto Prayoga 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *