Tak Kenal Lelah, Satgas Gabungan Terus Berjibaku Padamkan Karhutla hingga Dini Hari di TNTP

Institusi TNI17 Dilihat

Kotawaringin Barat, mitratnipolri.co.id

Tak kenal lelah dan pantang menyerah, Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus berjibaku memadamkan api hingga larut malam dan memasuki dini hari di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), tepatnya di Sektor Pesalat, Desa Sekonyer, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa dini hari (20/10/2026). Upaya tersebut dilaksanakan atas perintah Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc.

 

Satgas gabungan yang terdiri atas prajurit Kodim 1014/Pangkalan Bun (Pbn), Brigif TP 40/Huma Betang, Zidam XXII/TB, Yon TP 831 Mandau, Polres Kotawaringin Barat, Satbrimob Polda Kalimantan Tengah, Manggala Agni, BNPB Kotawaringin Barat, serta para relawan terus bahu-membahu melakukan pemadaman guna mencegah meluasnya kebakaran di kawasan konservasi tersebut.

Dengan mengerahkan tenaga dan peralatan yang tersedia, seluruh personel di lapangan terus berupaya mengendalikan titik api meskipun harus bekerja dalam kondisi gelap hingga dini hari. Semangat pantang menyerah ditunjukkan oleh seluruh unsur yang terlibat demi mencegah meluasnya kebakaran yang dapat mengancam ekosistem hutan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

 

Komandan Kodim (Dandim) 1014/Pangkalan Bun, Letkol Inf Makin, S.Sos., M.I.P., menegaskan bahwa seluruh personel yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Karhutla akan terus berupaya secara maksimal hingga api benar-benar padam dan situasi dinyatakan aman.

 

“Kami tidak akan berhenti sebelum api benar-benar padam. Seluruh personel gabungan terus bekerja keras dan bersinergi di lapangan untuk mengendalikan kebakaran serta mencegah meluasnya api. Kondisi ini membutuhkan kesigapan, ketelitian, dan semangat pantang menyerah dari seluruh unsur yang terlibat,” tegas Dandim 1014/Pbn.

 

Lebih lanjut, Dandim menjelaskan bahwa penanganan kebakaran di kawasan tersebut memerlukan perhatian khusus karena karakteristik lahan gambut yang sangat rentan terhadap kebakaran. Api yang tampak padam di permukaan belum tentu sepenuhnya mati karena bara dapat bertahan di lapisan gambut dan kembali menyala apabila kondisi lingkungan mendukung.

 

“Lahan gambut memiliki potensi penyebaran api yang tinggi. Oleh karena itu, pemadaman harus dilakukan secara menyeluruh, disertai pemantauan dan pengecekan secara berulang untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa. Kami mengimbau seluruh pihak agar tetap waspada dan terus memperkuat koordinasi sehingga penanganan Karhutla dapat berjalan secara optimal,” tambahnya.

 

Sinergi antara TNI, Polri, instansi terkait, dan para relawan menjadi faktor penting dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan TNTP. Kerja sama dan dedikasi seluruh personel diharapkan dapat mempercepat pengendalian kebakaran sekaligus melindungi kelestarian hutan, keanekaragaman hayati, dan lingkungan hidup dari ancaman Karhutla.

 

Jurnalis:Husin Kaperwil Kalteng/Dery Humas 

Red/Anto Prayoga 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *