Majalengka, mitratnipolri.co.id
Yayasan Pancar Kalijati Nusantara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapis) Kelas IIB Majalengka.
Langkah ini diambil sebagai bentuk pengabdian bersama guna menciptakan warga binaan yang produktif sekaligus menekan angka kriminalitas di masyarakat.
Ketua Yayasan Pancar Kalijati Nusantara, Iwan Gunawan (yang akrab disapa Kang Papau), mengapresiasi berbagai terobosan yang dilakukan Lapas Majalengka di bawah kepemimpinan Kepala Lapas, Rian Firmansyah, A.Md.I.P., S.H., M.H. Menurutnya, program yang berjalan saat ini berhasil mengikis stigma negatif yang selama ini melekat pada lapas.
”Selama ini citra lapas sering diidentikkan dengan hal negatif. Namun, melalui program keagamaan, sosial, dan pelatihan kerja yang ada saat ini, citra tersebut mampu diubah dengan sangat baik,” ujar Iwan Gunawan dalam keterangannya, [Masukkan Hari/Tanggal].
Fokus pada Pendidikan dan Pembinaan Mental
Salah satu bentuk kerja sama nyata yang telah berjalan adalah program pendidikan kesetaraan melalui PKBM Darma Wangsa Nusantara yang berada di bawah naungan yayasan. Selain pendidikan formal, yayasan juga mendukung penuh program berbasis keagamaan melalui Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Awabin yang didirikan di dalam lapas.
Melalui program ini, para warga binaan dibekali tata cara ibadah yang benar, kemampuan membaca Al-Qur’an, serta berbagai pelatihan kerja dan kewirausahaan untuk mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat.
Ajakan Kolaborasi untuk Tokoh dan Pemerintah Daerah
Apresiasi juga disampaikan kepada tokoh masyarakat Majalengka, Ir. H. Ateng Sutisna, M.B.A., yang dinilai konsisten menunjukkan kepedulian terhadap isu sosial dan keagamaan di wilayah Majalengka, Sumedang, dan Subang.
Lebih lanjut, Iwan Gunawan mengajak seluruh elemen pemerintahan—mulai dari Bupati Majalengka, anggota DPRD, DPR RI lintas partai, hingga Gubernur Jawa Barat—untuk bersinergi mendukung keberlanjutan program pembinaan ini.
Soroti Kesejahteraan Keluarga Warga Binaan
Selain pembinaan di dalam lapas, Iwan mengingatkan pentingnya kepedulian sosial terhadap keluarga yang ditinggalkan oleh warga binaan.
Banyak di antaranya kehilangan tulang punggung keluarga sehingga rentan terjebak dalam kemiskinan baru.
”Banyak warga binaan yang berasal dari keluarga kurang mampu. Saat mereka ditahan, istri dan anak-anak mereka kesulitan memenuhi kebutuhan pokok.
Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk menolong mereka agar tidak memicu mata rantai kriminalitas baru akibat himpitan ekonomi,” tambahnya.
Melalui sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan, diharapkan para warga binaan dapat keluar sebagai pribadi yang lebih baik, demi mewujudkan visi Majalengka Langkung Saé, Jawa Barat Istimewa, dan Nusantara Jaya.
Sumber : Kang Iwan
