Lebak | mitratnipolri.co.id
Genap satu tahun kepemimpinan Bupati Hasbi Jayabaya dan Wakil Bupati Amir Hamzah, Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Lebak menyampaikan apresiasi atas arah kebijakan pembangunan yang dinilai mulai terasa dampaknya di tengah masyarakat, meski fiskal daerah terbatas.
Ketua KNPI Lebak, Cucu Komarudin, menegaskan bahwa refleksi satu tahun pemerintahan perlu dilihat secara objektif. Menurutnya, fase awal ini menjadi momentum peletakan fondasi kebijakan di sektor pertanian, infrastruktur, penataan ruang publik, dan penguatan stabilitas sosial.
“Satu tahun memang bukan waktu yang panjang untuk membenahi daerah seluas Lebak. Tapi kami melihat arah kebijakan sudah mulai terlihat dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Cucu di Rangkasbitung, Selasa (3/3/2026).
Kebijakan yang dirasakan
KNPI menyoroti pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) untuk lahan sawah di bawah satu hektare (5.000 m²) sebagai bentuk keberpihakan nyata kepada petani kecil. “Ini bukan sekadar kebijakan administratif, tetapi langkah konkret meringankan beban biaya produksi,” jelas Cucu.
Ia menambahkan, ketahanan pangan perlu didukung akses jalan produksi dan distribusi yang lancar agar biaya angkut turun dan daya saing hasil pertanian meningkat.
Infrastruktur dan kolaborasi
Pembangunan jalan kabupaten diapresiasi karena dilakukan bertahap dan realistis sesuai kapasitas fiskal. KNPI juga mencatat kolaborasi lintas provinsi serta integrasi dengan program pusat dalam pembangunan jalan poros desa.
“Progres bertahap itu terlihat. Konektivitas antarwilayah semakin baik dan berdampak langsung pada mobilitas warga,” ujarnya.
Ruang publik dan UMKM
Penataan Alun-Alun Rangkasbitung dinilai sebagai pembenahan wajah kota yang menghidupkan aktivitas ekonomi kecil. “Ketika tertata baik, UMKM bergerak, pedagang kecil punya ruang, masyarakat pun lebih nyaman,” kata Cucu. Penataan PKL yang mengedepankan dialog juga diapresiasi.
Sosial dan stabilitas
Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) disebut menyentuh aspek kemanusiaan. “RTLH itu soal martabat. Ketika rumah warga layak huni, rasa aman dan kepercayaan diri meningkat,” tegasnya.
KNPI menilai stabilitas sosial tetap terjaga lewat komunikasi lintas tokoh agama dan pendekatan persuasif pemerintah, sehingga suasana kebersamaan dan toleransi di Lebak kondusif.
Ke depan
KNPI menegaskan akan menjadi mitra strategis pemerintah. Tantangan berikutnya meliputi pemerataan infrastruktur dan penguatan ekonomi desa.
“Kami melihat fondasi sudah dibangun. Tinggal konsistensi dan keberlanjutan program yang harus dijaga. Pemuda siap mengawal agar pembangunan benar-benar berdampak luas, dan Lebak Ruhay dapat terwujud,” pungkas Cucu.
Refleksi setahun ini, menurut KNPI, bukan seremoni semata, melainkan momentum memperkuat kolaborasi pemerintah dan generasi muda demi Lebak yang semakin maju, harmonis, dan berdaya saing.
Jurnalis : (Erwin)
Editor : (Taufik)
