RITUAL ADAT SAM SAM DAYAK SALAKO DI MAYASOPA, JADI WUJUD PELESTARIAN WARISAN LELUHUR

Berita37 Dilihat

SINGKAWANG, mitratnipolri.co.id

Masyarakat Adat Dayak Salako di Kelurahan Mayasopa, Kecamatan Singkawang Timur, Kota Singkawang, kembali melaksanakan Ritual Adat Sam Sam atau yang dikenal dengan sebutan Tutup Kampung, Jumat (10/7/2026).

 

Pelaksanaan ritual yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada akhir Juni tersebut mengalami penyesuaian waktu berdasarkan hasil kesepakatan pengurus adat. Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen masyarakat dalam menjaga dan melestarikan tradisi leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.

 

Rangkaian ritual dimulai sejak pukul 10.00 WIB di kawasan Gunung Padagi Bagak Sahwa. Prosesi adat dipimpin oleh Sdra. Kakeng selaku pelaksana ritual, didampingi Ketua Adat Kelurahan Mayasopa Sdr. Yanto Y.F. Tokey.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bhabinkamtibmas Kelurahan Mayasopa Bripka Suryo, pengurus adat, perwakilan ketua RT, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga Adat Dayak Salako. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya sinergi dalam mendukung keberlangsungan budaya lokal sekaligus menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.

 

Memasuki malam hari, prosesi dilanjutkan dengan tahapan nyaek atau penutupan kampung pada pukul 19.00 WIB. Selanjutnya, pada pukul 22.00 WIB dilakukan penutupan sejumlah ruas jalan, yakni Jalan Sebakuan, Jalan Gambir, dan Jalan Senggang di wilayah Kelurahan Mayasopa.

 

Penutupan akses jalan tersebut merupakan bagian dari rangkaian adat yang telah disepakati bersama dan berlangsung hingga Minggu pagi pukul 06.00 WIB.

 

Bagi masyarakat Adat Dayak Salako, Ritual Sam Sam memiliki makna yang lebih dari sekadar kegiatan budaya. Ritual ini menjadi sarana memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar masyarakat diberikan perlindungan, keselamatan, kesehatan, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan.

 

Selain itu, ritual tersebut juga menjadi bentuk ikhtiar bersama untuk memohon agar masyarakat dijauhkan dari berbagai ancaman, seperti musibah, wabah penyakit, bencana, maupun hal-hal yang dapat mengganggu ketenteraman kehidupan bersama.

 

Tidak hanya memiliki nilai spiritual, Ritual Adat Sam Sam juga menjadi momentum memperkuat ikatan persaudaraan dan kebersamaan antarwarga. Nilai gotong royong, rasa saling menghormati, serta keharmonisan hubungan antara manusia dan alam yang terkandung di dalamnya menjadi bagian penting dari kekayaan budaya masyarakat Dayak Salako.

 

Melalui pelaksanaan ritual ini, masyarakat berharap tradisi leluhur tetap terjaga dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari identitas budaya serta keberagaman yang menjadi kekuatan Kota Singkawang.

Jurnalis : Husin

Red/Anto Prayoga 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *