PUPR KOBAR RAWAT SALURAN PENGENDALI BANJIR

Berita53 Dilihat

Pangkalan Bun, mitratnipolri.co.id

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melalui Bidang Sumber Daya Air melaksanakan pemeliharaan Saluran Induk Pengendali Banjir di Jalan Ahmad Wongso, kawasan Sungai Bamban, Kecamatan Arut Selatan, Senin (15/6/2026).

 

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan sistem drainase utama tetap berfungsi optimal dalam mengalirkan air hujan menuju muara serta mengantisipasi potensi genangan di wilayah perkotaan.

 

Pemeliharaan yang dilakukan mencakup pembersihan endapan sedimentasi, pengangkatan sampah, serta penertiban vegetasi yang berpotensi menghambat kelancaran aliran air di sepanjang saluran.

 

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kobar, Nety Juniarti Ningsih, mengatakan bahwa pemeliharaan saluran pengendali banjir merupakan bagian dari upaya rutin pemerintah daerah dalam menjaga kinerja infrastruktur drainase, khususnya pada kawasan yang memiliki tingkat aktivitas masyarakat cukup tinggi.

 

Menurutnya, kondisi saluran yang terawat menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko banjir dan genangan yang dapat mengganggu aktivitas warga maupun merusak fasilitas umum.

 

“Pemeliharaan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif agar aliran air hujan tetap lancar hingga ke muara. Dengan kapasitas saluran yang terjaga, potensi luapan air yang dapat menyebabkan genangan maupun kerusakan infrastruktur dapat ditekan,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, saluran induk pengendali banjir memiliki peran vital dalam mendukung sistem drainase perkotaan, terutama di wilayah Kecamatan Arut Selatan yang terus berkembang dan memiliki kepadatan aktivitas cukup tinggi.

 

Karena itu, pihaknya terus berupaya menjaga kondisi saluran agar mampu menampung serta mengalirkan debit air secara optimal saat terjadi peningkatan curah hujan.

 

Selain melakukan pemeliharaan rutin, Dinas PUPR Kobar juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air maupun drainase.

 

“Penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dukungan masyarakat sangat diperlukan, terutama dalam menjaga kebersihan saluran agar aliran air tidak terhambat,” kata Nety.

 

Melalui kegiatan pemeliharaan tersebut, pemerintah daerah berharap sistem drainase di kawasan Sungai Bamban dapat berfungsi maksimal sehingga kawasan permukiman warga dan berbagai infrastruktur publik tetap terlindungi dari ancaman genangan maupun banjir saat musim hujan.

Jurnalis : Husin

Red/Anto Prayoga 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *