PRESIDEN PRABOWO TINJAU PENANGANAN KARHUTLA DI KALBAR, PANGDAM XII/TANJUNGPURA BERSAMA FORKOPIMDA PASTIKAN SINERGI DI LAPANGAN

Berita72 Dilihat

KUBU RAYA, mitratnipolri.co.id

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan karhutla berjalan cepat, terpadu, dan efektif.

 

Presiden Prabowo tiba di Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, sekitar pukul 10.50 WIB. Setibanya di Kalimantan Barat, Presiden langsung menuju Lanud Supadio untuk menerima laporan mengenai perkembangan situasi karhutla serta upaya penanganan yang dilakukan oleh jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah, dan sejumlah unsur terkait.

Dalam kunjungan tersebut, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Barat. Kehadiran unsur pimpinan daerah tersebut menunjukkan soliditas dan kesiapan lintas sektor dalam mendukung arahan Presiden terkait percepatan penanganan karhutla.

 

Presiden menerima paparan mengenai perkembangan situasi, termasuk hasil pemantauan titik panas di sejumlah wilayah. Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemantauan selama 24 jam terakhir menunjukkan adanya sejumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi yang terindikasi sebagai titik api dan asap.

Beberapa wilayah yang menjadi perhatian antara lain Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, dan Kayong Utara. Informasi tersebut menjadi salah satu bahan dalam menentukan langkah penanganan dan penguatan operasi di wilayah yang terdampak.

 

Presiden Prabowo selanjutnya meninjau langsung operasi penanganan karhutla di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan operasi sekaligus memastikan kesiapan personel dan sarana yang dikerahkan di lapangan.

 

Penanganan karhutla dilaksanakan melalui operasi terpadu yang melibatkan TNI, Polri, BNPB, pemerintah daerah, Manggala Agni, BPBD, serta unsur masyarakat dan relawan. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk mempercepat pemadaman dan mencegah kebakaran meluas.

 

Selain penanganan di darat, pemerintah juga mengoptimalkan dukungan melalui operasi udara dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pengendalian karhutla untuk menekan potensi penyebaran api serta mengurangi dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.

 

Kementerian Kehutanan juga terus memperkuat koordinasi pengendalian karhutla di wilayah Kalimantan dengan melibatkan kementerian dan lembaga terkait, TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, relawan, dan masyarakat.

 

Peninjauan Presiden Prabowo menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menghadapi ancaman karhutla. Pemerintah pusat dan daerah terus mendorong respons yang cepat, terkoordinasi, dan terukur agar kebakaran dapat segera dikendalikan serta tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

 

Jurnalis : Husin/Kaperwil Kalteng

Red/Anto Prayoga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *