POLSEK JENAMAS GENCARKAN SOSIALISASI LARANGAN PENAMBANGAN LIAR DAN PEREDARAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA

BARITO SELATAN, mitratnipolri.co.id

Polsek Jenamas, Polres Barito Selatan (Barsel), Polda Kalimantan Tengah, terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat sebagai upaya mencegah praktik penambangan tanpa izin (ilegal) serta penyalahgunaan dan peredaran bahan kimia berbahaya, seperti merkuri dan sianida.

 

Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Kelurahan Rantau Kujang, Kecamatan Jenamas, Sabtu (25/7/2026), menyasar masyarakat secara langsung melalui pendekatan dialogis. Dalam kesempatan tersebut, personel kepolisian mengajak warga untuk tidak melakukan aktivitas penambangan liar maupun memperjualbelikan bahan kimia berbahaya yang dapat merusak lingkungan dan membahayakan kesehatan.

Kapolres Barito Selatan AKBP Jecson Ricsko Hutapea, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Jenamas Ipda Muh. Akbar Ubaydillah, S.Tr.K., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polda Kalimantan Tengah dalam mendukung pemberantasan praktik illegal mining serta peredaran bahan kimia berbahaya yang kerap digunakan dalam aktivitas pertambangan tanpa izin.

 

“Sosialisasi ini kami laksanakan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem agar tetap terpelihara. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas penambangan ilegal maupun penyalahgunaan bahan kimia berbahaya,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian alam sekaligus mencegah terjadinya kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan yang tidak sesuai dengan ketentuan.

 

Melalui sosialisasi tersebut, Polsek Jenamas berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan terus meningkat. Kepolisian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif melaporkan apabila menemukan aktivitas penambangan liar maupun peredaran bahan kimia berbahaya kepada aparat penegak hukum, sehingga upaya perlindungan lingkungan dapat dilakukan secara optimal.

Jurnalis : Husin/Kaperwil Kalteng

Red/Anto Prayoga 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *