POLRESTA PALANGKA RAYA GELAR APEL PASUKAN DAN SARPRAS TANDAI DIMULAINYA OPERASI AMAN NUSA II 2026

Palangka Raya, mitratnipolri.co.id

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palangka Raya menggelar Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana (Sarpras) sebagai penanda dimulainya Operasi Kontingensi Aman Nusa II Tahun 2026 dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Palangka Raya.

 

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Mapolresta Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut Km 3,5, Selasa (21/7/2026) pagi, dipimpin langsung Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol. Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., serta diikuti jajaran pejabat utama dan personel yang terlibat dalam operasi.

Dalam amanatnya, Kapolresta menegaskan bahwa apel gelar pasukan dan pengecekan sarana prasarana merupakan bentuk kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam menghadapi ancaman karhutla, sekaligus memastikan seluruh personel dan peralatan pendukung siap digerakkan sewaktu-waktu.

 

“Melalui apel ini, kami memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta sistem koordinasi bersama seluruh instansi terkait dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota Palangka Raya,” ujar Kombes Pol. Dedy Supriadi.

 

Ia menjelaskan, sebanyak 100 personel gabungan dari Polresta Palangka Raya dan seluruh polsek jajaran telah disiagakan untuk mendukung pelaksanaan Operasi Aman Nusa II. Ratusan personel tersebut dibagi ke dalam enam satuan tugas (Satgas) sesuai fungsi dan tanggung jawab masing-masing.

Enam satgas tersebut meliputi Satgas Preemtif, Satgas Pemadaman Darat, Satgas Perawatan dan Pelayanan Kesehatan (Watyankes), Satgas Lidik Sidik, Satgas Humas, serta Satgas Bantuan Operasi (Banops). Masing-masing satgas dipimpin oleh perwira yang bertanggung jawab mengoordinasikan pelaksanaan tugas di lapangan.

 

Kapolresta menambahkan, Operasi Kontingensi Aman Nusa II Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 24 Juli hingga 6 Agustus 2026. Selama pelaksanaannya, Polresta Palangka Raya akan mengedepankan sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Palangka Raya, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, dunia usaha, relawan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

 

Melalui kesiapan personel, dukungan sarana prasarana, dan kerja sama lintas sektor, diharapkan upaya pencegahan serta penanganan karhutla di wilayah Kota Palangka Raya dapat berjalan lebih efektif sehingga mampu meminimalkan dampak kebakaran terhadap masyarakat maupun lingkungan.

Jurnalis : Husin/Kaperwil Kalteng

Red/Anto Prayoga 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *