KOTAWARINGIN BARAT, mitratnipolri.co.id
Tim gabungan yang terdiri atas Polres Kotawaringin Barat (Kobar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta masyarakat berhasil memadamkan dua titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Kumai, Jumat (31/7/2026).
Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Joko Handono mengatakan, pemadaman pertama dilakukan di Jalan Pasir Putih RT 10, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, pada pukul 12.00 hingga 14.00 WIB. Setibanya di lokasi, personel gabungan langsung melakukan pemadaman, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

“Sebanyak 45 personel gabungan terdiri atas 14 personel Polri, 16 personel BPBD, 10 personel Manggala Agni, empat personel MPA, dan satu personel Tagana. Kami juga mendapat dukungan dari 10 warga serta dua personel PLN dalam proses pemadaman dan pendinginan,” ujar AKBP Joko.
Setelah kebakaran di lokasi pertama berhasil dikendalikan, tim gabungan segera bergerak menuju titik kebakaran berikutnya di Jalan Bahagia, Kelurahan Kubu, Kecamatan Kumai. Proses pemadaman di lokasi kedua berlangsung pada pukul 15.00 hingga 16.00 WIB.
Kapolres mengatakan, respons cepat seluruh personel di lapangan membuat api di lokasi kedua dapat segera dikendalikan sehingga tidak meluas ke area sekitarnya.

“Personel yang sama langsung bergerak ke lokasi kedua. Alhamdulillah, kedua titik kebakaran berhasil dipadamkan,” katanya.
Kapolres mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla. Menurutnya, koordinasi yang baik menjadi kunci keberhasilan dalam mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah kebakaran meluas.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran hutan dan lahan, terutama pada musim kemarau. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada Polsek, BPBD, atau Manggala Agni apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Jurnalis : Husin/Kaperwil Kalteng
Red/Anto Prayoga
