PEMPROV KALTENG PERKUAT KETAHANAN PANGAN LEWAT PROGRAM VOKASI D1 PERTANIAN TERINTEGRASI KHBS

Berita11 Dilihat

PALANGKA RAYA, mitratnipolri.co.id

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mengambil langkah strategis untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi di bidang pertanian modern.

 

Upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi Pemprov Kalteng bersama Kementerian Pertanian dan Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya (AKMPR) dengan membuka Program Pendidikan Tinggi Vokasi Diploma 1 (D1) Bidang Pertanian.

Program tersebut secara resmi dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian yang digelar di Aula Eka Hapakat, Kamis (6/8/2026). Kegiatan itu dibuka oleh Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Tengah.

 

Dalam sambutan tertulis Gubernur Kalteng yang disampaikan Edy Pratowo, pemerintah daerah menilai penguatan pertanian tidak dapat hanya berorientasi pada pengembangan lahan. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mengelola sektor tersebut juga menjadi faktor penting agar potensi pertanian dapat dimanfaatkan secara maksimal.

 

“Investasi terbaik bukan hanya membangun lahan pertanian, tetapi juga membangun manusianya agar pertanian dapat berkembang secara optimal,” ujar Edy.

 

Ia menegaskan, pendidikan vokasi menjadi salah satu instrumen penting untuk mencetak tenaga muda yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis sesuai kebutuhan di lapangan.

 

Terintegrasi dengan Program KHBS

 

Program D1 Pertanian tersebut menjadi bagian dari implementasi prioritas Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS). Peserta program diarahkan terutama kepada penerima manfaat KHBS dan masyarakat Kalimantan Tengah, termasuk mereka yang tinggal di wilayah sekitar kawasan hutan.

 

Melalui pendidikan selama satu tahun, peserta diharapkan memperoleh keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung dalam pengelolaan pertanian berbasis teknologi dan pendekatan modern.

 

Sekretaris Daerah Kalteng Linae Victoria Aden menjelaskan, proses pendidikan mahasiswa program vokasi tersebut akan dilaksanakan di Kampus AKMPR yang berada di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas.

 

“Program ini berlangsung selama satu tahun dan pembiayaannya didukung melalui Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH-DR),” jelasnya.

 

Menurutnya, dukungan pembiayaan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pemanfaatan anggaran untuk program yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kapasitas masyarakat.

 

Kalteng Dinilai Punya Peran Strategis

 

Kementerian Pertanian turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program vokasi tersebut. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menyebut Kalimantan Tengah memiliki posisi strategis dalam mendukung sejumlah agenda pertanian nasional.

 

Sejumlah program yang tengah berjalan di Kalteng antara lain Cetak Sawah Rakyat, Optimalisasi Lahan (Oplah) dalam skala besar, serta Brigade Pangan yang telah memasuki tahun kedua pelaksanaannya.

 

Menurut Idha, keberlanjutan berbagai program tersebut membutuhkan dukungan tenaga muda yang memiliki pengetahuan sekaligus keterampilan teknis. Karena itu, keberadaan pendidikan vokasi pertanian dinilai relevan untuk menjawab kebutuhan SDM di sektor pertanian.

 

“Generasi muda yang terdidik dan memiliki keterampilan menjadi salah satu kebutuhan penting untuk memastikan berbagai program pertanian dapat berjalan secara berkelanjutan,” kata Idha.

 

Ia berharap program pendidikan vokasi tersebut tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga mampu mendorong lahirnya pelaku usaha pertanian baru yang dapat mengembangkan potensi daerah.

 

Rakor penyelenggaraan pendidikan vokasi pertanian tersebut turut dihadiri Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pertanian, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, para Wakil Bupati se-Kalimantan Tengah, Asisten Pemkesra, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kalteng.

 

Program ini diharapkan menjadi salah satu fondasi penguatan ekosistem pertanian Kalteng, dengan mengintegrasikan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan agenda ketahanan pangan daerah dalam satu kebijakan yang berkelanjutan.

Jurnalis : Husin/Kaperwil Kalteng

Red/Anto Prayoga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *