Palangka Raya, mitratnipolroi.co.id
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., yang diwakili Dandim 1016/Palangka Raya Kolonel Inf. Kurniawan Agung Sancoyo, S.E., M.Han., menghadiri Rapat Evaluasi Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Sabtu (26/9/2026).
Rapat tersebut turut dihadiri Karoops Polda Kalteng Kombes Pol. Dr. Sugeng Riyadi, S.I.K., M.H.; Inspektur Daerah Provinsi Kalteng Eko Sulistiono, S.STP., M.AP., CGCAE; perwakilan BNPB M. Irwansyah; Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalteng Alpius Patanan, S.Hut.; Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya Sugiyono; Waasops Kasdam XXII/TB Letkol Inf. Jonathan Nidio Aprimanda, S.H.; serta sejumlah unsur terkait lainnya.

Dalam rapat tersebut dibahas perkembangan kejadian karhutla, kondisi cuaca dan kualitas udara, dampak kabut asap, serta evaluasi status tanggap darurat bencana karhutla di wilayah Kalimantan Tengah.
BMKG juga memaparkan perkembangan musim kemarau 2026 dan kondisi El Niño yang turut memengaruhi tingkat kekeringan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Berdasarkan pemaparan tersebut, potensi hujan mulai terlihat di beberapa daerah, antara lain Barito Utara, Gunung Mas, Kotawaringin Barat, dan Pulang Pisau. Namun, hujan yang terjadi masih bersifat lokal dan belum merata di seluruh wilayah.

Kehadiran Kodam XXII/Tambun Bungai dalam rapat tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Polri, BNPB, BPBD, BMKG, serta seluruh unsur terkait dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di wilayah Kalimantan Tengah.
Sinergi dan koordinasi lintas sektor diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi karhutla sekaligus mendukung upaya penanganan secara cepat dan terpadu apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Jurnalis:Husin Kaperwil Kalteng/Dery Humas
Red/Anto Prayoga
