Pangdam XXII/Tambun Bungai Ikuti Vicon Bersama Presiden untuk Evaluasi dan Percepatan Penanganan Karhutla di TNTP

Institusi TNI28 Dilihat

Kotawaringin Barat, mitratnipolri.co.id

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., mengikuti konferensi video (video conference/vicon) rapat terbatas mengenai evaluasi dan percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia di Balai Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Senin (12/10/2026).

 

Dalam kegiatan tersebut, Pangdam XXII/TB didampingi oleh Danrem 102/Pjg Brigjen TNI Wimoko, S.E., M.Si., Asops Kasdam XXII/TB Kolonel Inf Danang Prasetyo Wibowo, M.I.Pol., Dandim 1014/Pbn Letkol Inf Makin, S.Sos., M.I.P., Bupati Kotawaringin Barat Hj. Nurhidayah, S.H., M.H., serta Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Joko Handono, S.I.K., M.H., M.M.

Dalam paparannya, Pangdam XXII/TB menyampaikan perkembangan terkini penanganan karhutla di kawasan TNTP yang masih menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi geografis wilayah yang sulit dijangkau. Sejumlah titik api berada di kawasan rawa sehingga menyulitkan akses kendaraan darat dan membutuhkan dukungan peralatan pemadaman yang sesuai dengan kondisi medan.

 

Untuk mengatasi kendala tersebut, Pangdam menyampaikan kebutuhan sekitar 50 unit mesin pompa air (Alkon) berukuran kecil serta dukungan tim pengeboran untuk membuat sumur bor dengan kedalaman sekitar 10–15 meter. Dukungan tersebut diperlukan guna memenuhi kebutuhan air dan meningkatkan efektivitas pemadaman di lokasi terdampak.

Pangdam juga menjelaskan bahwa karhutla di kawasan TNTP berpotensi mengancam kelestarian habitat orangutan dan satwa liar lainnya. Selain memiliki nilai ekologis yang tinggi, kawasan tersebut merupakan destinasi wisata yang dikunjungi wisatawan mancanegara. Oleh karena itu, upaya penanganan karhutla perlu terus dioptimalkan untuk melindungi ekosistem dan menjaga keamanan kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

 

Menanggapi laporan tersebut, Presiden RI menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel satuan tugas (Satgas) yang telah bekerja keras dalam menangani karhutla. Presiden juga menegaskan bahwa TNTP menjadi perhatian khusus karena merupakan habitat orangutan yang memiliki peran penting dalam pelestarian lingkungan dan mendapat perhatian masyarakat internasional.

 

Sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pemadaman, Presiden menyampaikan rencana pengiriman 200 unit mesin Alkon untuk mendukung operasi di lapangan. Selain itu, Presiden menyetujui dukungan pembangunan 200 titik sumur bor dengan perkiraan biaya Rp10 juta per titik atau total sekitar Rp2 miliar. Presiden juga meminta agar koordinasi dengan para penerbang diperkuat guna meningkatkan efektivitas operasi pemadaman melalui jalur udara.

 

Selain mengoptimalkan upaya pemadaman, Presiden menekankan pentingnya pencegahan karhutla melalui mitigasi sejak dini, khususnya di desa-desa yang berada di kawasan gambut. Penguatan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) juga perlu dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi kebakaran.

 

Dalam pelaksanaannya, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi kehutanan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung penanganan karhutla secara terpadu. Koordinasi yang berkelanjutan, didukung ketersediaan sarana dan prasarana serta langkah mitigasi yang tepat, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemadaman dan mencegah terulangnya kebakaran hutan dan lahan.

 

Melalui langkah-langkah tersebut, penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting diharapkan berjalan lebih optimal sehingga kelestarian lingkungan, habitat satwa liar, dan keberlangsungan fungsi kawasan konservasi dapat tetap terjaga.

 

Jurnalis:Husin Kaperwil Kalteng/Dery Humas

Red/Anto Prayoga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *