PANGKALAN BUN, mitratnipolri.co.id
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), mengikuti konferensi video (video conference/vicon) bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Senin (12/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya koordinasi dan pemantauan penanganan karhutla, khususnya di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat dan kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah pusat bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.
Dalam kegiatan tersebut, Pangdam XXII/Tambun Bungai didampingi oleh Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Wimoko, S.E., M.Si., Asops Kasdam XXII/TB Kolonel Inf Danang Prasetyo Wibowo, M.I.Pol., serta Kasiops Kasrem 102/Pjg Kolonel Inf Abdul Jamal Husin, M.Han.
Turut hadir Bupati Kotawaringin Barat Hj. Nurhidayah, S.H., M.H., Dandim 1014/Pangkalan Bun Letkol Inf Makin, S.Sos., M.I.P., Kapolres Kobar AKBP Joko Handono, S.I.K., M.H., M.M., Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kobar Dr. Nurwinardi, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Negeri Pangkalan Bun Ikha Tina, S.H., M.Hum., serta sejumlah pejabat dari unsur TNI-Polri dan pemerintah daerah.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Danlanud Iskandar, Mayor Pom Valentino Pratama, selaku Kadisops; perwakilan Danlanal Kumai, Kapten Laut (P) Riyanto, selaku Pasops Lanal; Kasmin Pangdam XXII/TB Letkol Inf Ang Wicaksono; Dandeninteldam XXII/TB Letkol Kav Himawan Anugroho, S.H.; Sekda Kobar H. Rody Iskandar, S.Sos., M.Si.; Plh. Kasbrigif TP 40/HB Mayor Inf Dede S.; serta Wadanyon 923/Mty Mayor Inf Agung.
Selain itu, hadir Kabagops Res Kobar Kompol Besrom Purba, Kalaksa BPBD Kobar Samuel, S., S.T., M.T., Camat Kumai Ajeli Rahman, S.STP., M.M., Kadis Damkar Kobar Dwi Agus Suhartono, Kepala Balai TNTP Yohan Hendratmoko, serta perwakilan Basarnas Kobar Mahdi.
Koordinasi lintas sektor tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla. Upaya yang perlu diperkuat meliputi pencegahan dini, pemantauan kondisi lapangan, kesiapan personel dan sarana prasarana, serta respons cepat terhadap potensi kebakaran.
Taman Nasional Tanjung Puting merupakan kawasan konservasi yang memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Oleh karena itu, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan diperlukan untuk melindungi kawasan tersebut dari ancaman karhutla serta meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Melalui kegiatan ini, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, pengelola kawasan konservasi, BPBD, pemadam kebakaran, Basarnas, dan instansi terkait diharapkan semakin kuat. Koordinasi yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung efektivitas pencegahan dan penanggulangan karhutla di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat.
Dengan koordinasi yang terpadu dan kesiapsiagaan yang berkelanjutan, upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla diharapkan dapat dilaksanakan secara optimal. Dengan demikian, kelestarian hutan dan keanekaragaman hayati dapat terjaga, serta keselamatan masyarakat di sekitar kawasan terdampak dapat terlindungi.
Jurnalis:Husin Kaperwil Kalteng/Dery HumasÂ
Red/Anto Prayoga
