Banjar – Kalsel, mitratnipolri.co.id
Upaya penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Selatan terus mendapatkan dorongan kuat dari sektor swasta. PT Borneo Indobara (PT BIB), anak perusahaan Sinar Mas Group, menegaskan komitmennya melalui aksi nyata di lapangan dengan membangun sarana sumur bor serta menyiagakan unit armada pemadam kebakaran di kawasan rawan bencana.
Langkah mitigasi tersebut direalisasikan di lintasan strategis Jl. Gubernur Syarkawi KM 17, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. Berdasarkan pemantauan di lokasi pada Jumat (16/10/2026), aksi ini melibatkan sinergi erat antara tim External Relation PT BIB dan konsorsium Emergency Response Team (ERT) gabungan dari PT BIB, PT Cakrawala (PT CK), PT Putra Perkasa Abadi (PT PPA), serta PT Aneka Group.
Di lokasi lahan gambut tersebut, spanduk program “PT BIB PEDULI KARHUTLA – BANTUAN SUMUR BOR DUKUNG PEMADAMAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN KALIMANTAN SELATAN” membentang sebagai penanda komitmen kepedulian lingkungan dan kesiapsiagaan korporasi.
Dukungan Armada Heavy Duty dan Pasokan Air Terintegrasi
Selain memastikan ketersediaan pasokan air melalui pembuatan sumur bor, PT BIB juga menyiagakan aset pemadam kelas berat. Satu unit Fire & Rescue Truck khusus bernomor lambung BIB FT 0120 – FR 501 berbodi sasis Mercedes Benz tampak bersiaga penuh (standby mode) di pinggir jalur Gambut, siap dimobilisasi kapan saja saat ditemukan potensi titik api.
External Relation & Sustainability Development Dept Head PT BIB, R. Lington, menyampaikan bahwa penyediaan infrastruktur ini merupakan bagian dari program terpadu penanggulangan Karhutla yang dijalankan Sinar Mas Group.
”Sinar Mas Group secara keseluruhan telah merealisasikan 8 titik sumur bor strategis di area rawan Karhutla yang tersebar di wilayah Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru. Sebanyak 5 titik dibangun oleh PT Hutan Rindang Banua (PT HRB) di kawasan Liang Anggang dan Gambut, sedangkan 3 titik lainnya merupakan hibah dari PT Borneo Indobara (PT BIB), termasuk yang beroperasi di KM 17 Gambut ini,” ungkap R. Lington.
Realiasasi Kolaborasi Pentahelix di Field
Aksi tanggap PT BIB ini sekaligus menjadi penegasan atas instruksi Pemerintah Pusat saat Apel Kesiapan Karhutla pada 11 Oktober 2026 lalu, yang dipimpin oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dr. Hanif Faisol Nurofiq. Dalam kesempatan tersebut, pentingnya pendekatan kolaborasi pentahelix antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha sangat ditekankan.
”Dukungan terintegrasi yang mencakup personel berpengalaman, peralatan canggih, hingga ketersediaan pasokan air di musim kemarau adalah kunci utama. Peran aktif dunia usaha sangat vital untuk memperkuat barisan pertahanan di titik-titik rawan,” jelas R. Lington menambahkan.
Kehadiran sumur bor di KM 17 Gambut ini diharapkan mampu mengatasi kendala kelangkaan air saat pemadaman di perlintasan utama Banjarbaru – Banjarmasin, mempercepat waktu tanggap (response time), serta meminimalkan ancaman bencana kabut asap di Kalimantan Selatan.
Laporan/Jurnalis: Mardian Jafar (Kepala Perwakilan Wilayah MMTP Kalsel)
