MAJALENGKA, mitratnipolri.co.id
Rencana pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Alun-alun Majalengka mendapat sambutan positif dari Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka.
Fasilitas publik tersebut diproyeksikan tidak hanya menjadi sarana keselamatan bagi pejalan kaki, tetapi juga landmark baru yang memperkuat wajah pusat Kota Majalengka.
Dukungan itu disampaikan setelah Komisi III DPRD Majalengka menggelar pertemuan bersama Bupati Majalengka H. Eman Suherman dan tim Yayasan At-Thohir di Gedung Pendopo Majalengka, Kamis (30/7/2026).
Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahuddin, SM, SH, didampingi H. Rona Firmansyah, S.E., mengatakan pihaknya telah melihat desain JPO yang dipersiapkan.
Menurut Iing, rancangan tersebut menunjukkan adanya upaya menghadirkan identitas baru bagi kawasan pusat kota.
“Setelah kami lihat desainnya, Majalengka ingin menghadirkan landmark baru,” ujar Iing.
Ia menilai pembangunan tersebut memiliki nilai strategis karena pemerintah daerah tidak harus menanggung biaya pembangunan melalui APBD. Proyek tersebut direncanakan berasal dari hibah Yayasan At-Thohir.
“Kami menyambut baik pembangunan JPO ini. Ini merupakan hibah dari yayasan sehingga tidak menggunakan APBD Kabupaten Majalengka,” katanya.
JPO tersebut nantinya menghubungkan kawasan Alun-alun Majalengka dengan area DPRD. Konsepnya juga akan diselaraskan dengan rencana pengembangan kawasan kuliner di Jalan Kehutanan.
Komisi III berharap seluruh tahapan perizinan, termasuk proses di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dapat segera diselesaikan. Pemerintah daerah menargetkan proses tersebut mulai dituntaskan pada awal Agustus 2026 agar pembangunan dapat segera dilaksanakan.
Selain JPO, yayasan juga disebut memiliki rencana membantu renovasi rumah tidak layak huni bagi masyarakat sekitar melalui koordinasi dengan pemerintah daerah.
Bagi DPRD, proyek tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan daerah dapat diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, dengan tetap memperhatikan aturan serta kepentingan masyarakat.
Ke depan, JPO diharapkan bukan hanya menjadi penghubung dua sisi jalan, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan wajah pusat Kota Majalengka yang lebih aman, tertata dan memiliki daya tarik.
Herfir
