KODAM XXII/TAMBUN BUNGAI DAN DISDIK KALTENG BERSINERGI SIAPKAN GENERASI MUDA MENUJU AKADEMI MILITER

Institusi TNI53 Dilihat

PALANGKA RAYA, mitratnipolri.co.id

Komando Daerah Militer (Kodam) XXII/Tambun Bungai bersama Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Disdik Kalteng) terus berupaya mendorong lahirnya lebih banyak calon perwira TNI dari Kalimantan Tengah. Upaya tersebut diwujudkan melalui sharing session secara virtual bersama Taruna Akademi Militer (Akmil) yang diikuti siswa kelas XII SMA/MA dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah, Jumat (25/7/2026).

 

Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi para pelajar untuk memahami secara menyeluruh mekanisme penerimaan Taruna Akademi TNI serta rekrutmen prajurit TNI Angkatan Darat melalui jalur Bintara dan Tamtama. Selain memberikan informasi resmi mengenai tahapan seleksi, kegiatan ini juga bertujuan memotivasi generasi muda agar mempersiapkan diri sejak masih menempuh pendidikan di bangku sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. M. Reza Prabowo, S.I.P., M.P.A., bersama Asisten Personalia Kodam XXII/Tambun Bungai, Kolonel Arm Reno Triambodo, S.Sos., M.I.Pol., hadir sebagai narasumber utama. Turut berbagi pengalaman empat Taruna Akmil asal Kalimantan Tengah, yaitu Sersan Taruna M. Idlal Athaillah, Sersan Mayor Taruna Sagana Arya Subarkah, Sersan Taruna Michael Debou Phalosa, dan Sersan Taruna Dionisius Alfredo K.

 

Dalam paparannya, Kolonel Arm Reno Triambodo menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan Taruna Akademi TNI maupun rekrutmen prajurit TNI AD dilaksanakan berdasarkan prinsip transparan, objektif, akuntabel, serta bebas dari pungutan biaya.

 

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai pihak-pihak yang mengatasnamakan institusi TNI dengan menjanjikan kelulusan melalui imbalan tertentu.

“Tidak ada pungutan biaya dalam bentuk apa pun. Kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan peserta dan hasil seleksi yang dijalani,” tegasnya.

 

Dalam sesi pemaparan, peserta memperoleh penjelasan mengenai empat aspek utama yang harus dipersiapkan untuk mengikuti seleksi.

 

Aspek pertama adalah administrasi dan akademik. Calon peserta wajib memenuhi persyaratan usia, melengkapi seluruh dokumen yang dipersyaratkan, serta memiliki kemampuan akademik yang baik, terutama pada mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris yang menjadi materi utama dalam proses seleksi.

 

Aspek berikutnya adalah kesehatan. Standar kesehatan TNI diterapkan secara ketat, mulai dari persyaratan tinggi dan berat badan yang proporsional hingga pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Para narasumber mengimbau para siswa agar menerapkan pola hidup sehat sejak dini dengan rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat yang cukup, serta menjauhi rokok, minuman beralkohol, dan narkotika.

 

Persiapan fisik dan mental juga menjadi faktor penentu keberhasilan. Tes kesamaptaan jasmani meliputi lari selama 12 menit, pull up, push up, sit up, shuttle run, hingga renang dasar. Selain itu, peserta akan mengikuti tes psikologi dan tes mental ideologi untuk mengukur kemampuan intelektual, kepribadian, kestabilan emosi, serta wawasan kebangsaan.

 

Sersan Mayor Taruna Sagana Arya Subarkah membagikan pengalamannya selama mempersiapkan diri menghadapi seleksi.

 

“Kunci untuk lolos bukan hanya memiliki fisik yang kuat, tetapi juga disiplin dan konsisten dalam berlatih. Saya rutin berlari setiap pagi sejak duduk di kelas XI,” ungkapnya.

 

Selain itu, calon taruna juga dituntut memiliki jiwa kepemimpinan, integritas, kedisiplinan, serta pemahaman yang baik terhadap nilai-nilai kebangsaan. Mereka juga harus memenuhi persyaratan belum pernah menikah dan memiliki rekam jejak yang baik.

 

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. M. Reza Prabowo, mengatakan bahwa Kalimantan Tengah membutuhkan lebih banyak putra-putri terbaik yang mampu menjadi perwira TNI sekaligus memahami karakteristik daerah, mulai dari persoalan lingkungan, kawasan perbatasan, hingga pembangunan sumber daya manusia.

 

“Anak-anak Kalimantan Tengah harus bangga. Kita memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin TNI yang profesional, modern, dan dicintai rakyat,” ujarnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Reza juga mengungkapkan rencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Kodam XXII/Tambun Bungai untuk meluncurkan program Babinsa Masuk Sekolah. Program ini disiapkan sebagai wadah pembinaan, pendampingan, dan motivasi bagi pelajar yang bercita-cita menjadi prajurit TNI agar mereka dapat mempersiapkan diri secara lebih terarah sebelum mengikuti seleksi.

 

Melalui kegiatan ini, Kodam XXII/Tambun Bungai bersama Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah berharap semakin banyak generasi muda Kalimantan Tengah yang berhasil lolos menjadi Taruna Akademi TNI maupun prajurit TNI AD melalui jalur Bintara dan Tamtama.

 

Para peserta juga diingatkan agar hanya mengakses informasi pendaftaran melalui kanal resmi TNI AD serta mempersiapkan diri sejak dini agar peluang mewujudkan cita-cita menjadi perwira TNI semakin terbuka.

Jurnalis : Husin/Kaperwil Kalteng

Red/Anto Prayoga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *