KASDAM XII/TPR HADIRI PELEPASAN EKSPOR ALUMINA PT ICA DI PELABUHAN DWIKORA

Institusi TNI16 Dilihat

PONTIANAK, mitratnipolri.co.id

Kepala Staf Kodam (Kasdam) XII/Tanjungpura, Brigjen TNI Bambang Sujarwo, S.H., M.Sos., M.M., menghadiri pelepasan ekspor aluminium hydroxide dan aluminium oxide milik PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) di Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (7/8/2026).

 

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi kembali berjalannya aktivitas pengapalan produk alumina setelah sebelumnya terkendala persoalan regulasi.

Pelepasan ekspor dilakukan secara resmi oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) RI, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman. Kegiatan ini sekaligus menandai berakhirnya hambatan pengapalan yang sebelumnya muncul akibat perbedaan penafsiran terhadap ketentuan mengenai Logam Tanah Jarang (LTJ).

 

Dalam kesempatan tersebut, Dudung menjelaskan bahwa larangan ekspor LTJ ditujukan terhadap komoditas yang menjadikan LTJ sebagai produk utama. Sementara itu, kandungan LTJ yang hanya berupa unsur atau mineral ikutan dalam produk pertambangan beserta turunannya tidak termasuk dalam ketentuan larangan ekspor tersebut.

 

“Kegiatan ini menandai bahwa hambatan ekspor akibat perbedaan interpretasi dapat diselesaikan dan aktivitas pengapalan kembali lancar. Keberlanjutan produksi kini terjaga dan ribuan tenaga kerja di sektor alumina hingga industri pendukungnya tetap terlindungi,” ujar Dudung.

 

Kasdam XII/Tpr Brigjen TNI Bambang Sujarwo menyambut baik adanya kepastian hukum yang diberikan pemerintah. Menurutnya, kejelasan regulasi sangat penting untuk menjaga iklim investasi sekaligus memastikan keberlangsungan operasional industri di Kalimantan Barat.

 

“Kodam XII/Tpr mendukung penuh keberlanjutan roda ekonomi di wilayah Kalimantan Barat. Kepastian hukum ini penting, tidak hanya bagi iklim investasi dan operasional industri nasional, tetapi juga untuk menjaga kesejahteraan serta lapangan kerja masyarakat lokal yang menggantungkan hidupnya pada rantai pasok industri ini,” tegas Bambang.

 

Menurut Bambang, kelancaran kembali kegiatan ekspor juga memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor yang berkaitan dengan industri alumina, termasuk transportasi, logistik, jasa kepelabuhanan, serta sektor usaha pendukung lainnya.

 

Pelepasan ekspor PT ICA menjadi salah satu wujud sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan terkait dalam memberikan kepastian berusaha. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan produksi, mendorong aktivitas ekonomi daerah, serta memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional.

Jurnalis : Husin/Kaperwil Kalteng

Red/Anto Prayoga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *