GERAK CEPAT DANREM 102/PJG TANGANI KARHUTLA, TINDAK LANJUTI ARAHAN PRESIDEN

Institusi TNI16 Dilihat

Seruyan, mitratnipolri.co.id

Upaya percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus dilakukan. Komandan Korem (Danrem) 102/Panju Panjung Brigjen TNI Wimoko, S.E., M.Si., turun langsung meninjau lokasi kebakaran di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), tepatnya di Resor Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kamis (15/10/2026).

 

Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia mengenai percepatan penanggulangan karhutla, termasuk rencana pembangunan 200 titik sumur bor sebagai sumber air untuk mendukung upaya pemadaman dan mencegah meluasnya kebakaran.

Dalam kegiatan tersebut, Danrem 102/Pjg didampingi oleh Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, Kasiops Kasrem 102/Pjg Kolonel Inf Abdul Jamal Husin, M.Han., Dandim 1015/Spt Letkol Inf Dwi Candra Setyawan, S.I.P., serta Danyonif TP 923/Mty Letkol Inf Hengky Saputra, S.S.T.Han., S.I.P., M.IP.

 

Tempuh Medan Sulit, Danrem Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan di Lapangan

 

Menghadapi medan yang sulit dan akses jalan yang terbatas, Danrem 102/Pjg bersama rombongan menggunakan sepeda motor trail untuk menjangkau lokasi peninjauan. Untuk mencapai titik kebakaran, rombongan bahkan harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju area terdampak.

Setibanya di lokasi, Danrem bersama rombongan memantau secara langsung kondisi kebakaran, mengamati situasi melalui pemantauan udara menggunakan pesawat nirawak (drone), serta mengidentifikasi titik-titik prioritas untuk pembangunan sumur bor.

 

Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi di lapangan sekaligus menentukan kebutuhan penanganan yang tepat, khususnya dalam memastikan ketersediaan air bagi personel pemadam di kawasan yang sulit dijangkau.

 

Danrem 102/Pjg menekankan pentingnya penanganan yang cepat, terukur, dan terkoordinasi, terutama untuk mengendalikan pergerakan api agar tidak semakin meluas dan mengancam kelestarian kawasan hutan Taman Nasional Tanjung Puting.

 

Pembangunan 200 Titik Sumur Bor Didorong untuk Mempercepat Pemadaman

 

Pembangunan 200 titik sumur bor menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung upaya penanggulangan karhutla. Oleh karena itu, penentuan lokasi pembangunan harus mempertimbangkan kondisi medan, kemudahan akses, serta kedekatannya dengan wilayah yang menjadi prioritas penanganan kebakaran.

 

Danrem 102/Pjg menegaskan bahwa penentuan titik pembangunan sumur bor harus dilakukan secara tepat agar sumber air dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pemadaman sekaligus membantu mengendalikan penyebaran api.

 

Ketersediaan sumber air yang memadai diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan personel di lapangan serta mempercepat respons apabila terjadi kebakaran di kawasan tersebut.

 

Melalui peninjauan langsung ini, Korem 102/Pjg terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh unsur terkait dalam penanganan karhutla. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama untuk melindungi kawasan hutan, menjaga kelestarian lingkungan, serta mencegah dampak kebakaran yang lebih luas di wilayah Kalimantan Tengah.

 

Jurnalis:Husin Kaperwil Kalteng/Dery Humas

Red/Anto Prayoga 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *