Sukamara, mitratnipolri.co.id
Fenomena El Niño yang menyebabkan kondisi lahan menjadi lebih kering meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Menyikapi kondisi tersebut, Piket Posko Tanggap Darurat Karhutla Kabupaten Sukamara bersama tim gabungan melakukan pengecekan lapangan (ground checking) sekaligus penanganan terhadap dua lokasi yang terindikasi mengalami kebakaran.
Lokasi pertama berada di Jalan Tani Basarang RT 02, Desa Natai Sedawak. Kebakaran terjadi di lahan kosong dengan kontur tanah gambut yang ditumbuhi semak belukar. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 0,5 hektare.

Tim gabungan berhasil memadamkan api hingga seluruhnya. Setelah pemadaman, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang dapat memicu kebakaran kembali.
Penanganan kemudian dilakukan di kawasan Jampah, Desa Kartamulia. Kebakaran terjadi di perkebunan kelapa sawit milik masyarakat dengan luas sekitar 2 hektare.
Api berhasil dipadamkan. Namun, karena masih terdapat kepulan asap, petugas melanjutkan proses pendinginan dan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan kondisi benar-benar aman serta mencegah munculnya kembali titik api.
Dalam kondisi lahan yang semakin kering akibat fenomena El Niño, penanganan Karhutla tidak hanya dilakukan melalui pemadaman. Deteksi dini, pendinginan, pemantauan pascakebakaran, edukasi kepada masyarakat, serta kesiapsiagaan personel menjadi bagian penting dalam upaya mencegah api kembali muncul dan meluas.
Polri bersama TNI, BPBD, KPHP, Manggala Agni, Damkar, PUPR, Dinkes, pihak perusahaan, dan masyarakat terus memperkuat sinergi dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Sukamara.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, tidak melakukan pembakaran saat membuka atau membersihkan lahan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Fenomena El Niño meningkatkan risiko Karhutla sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan. Api yang telah padam bukan berarti penanganan selesai. Pastikan lahan benar-benar aman dan bersama-sama cegah Karhutla sejak dini.
Jurnalis:Husin Kaperwil Kalteng/Dery Humas
Red/Anto Prayoga
