DKM Masjid Al Munawwarah Gempol Melaksanakan Sholat Ied Adha Berjamaah,Momentum Perkuat Keimanan dan Ketakwaan

Agama35 Dilihat

CIREBON| mitratnipolri.co.id

Dewan Kemakmuran Masjid  Al Munawwarah Gempol menggelar melaksanakan sholat idul adha 1447 H / 2026 Masehi bersama masyarakat Gempol dan sekitarnya dengan penuh khidmat dan khusuq dalam beribadah sholat idul adha.

Dalam pelaksanaan nya, ratusan masyarakat berkumpul ditempat yang sama di masjid Al Munawwarah Gempol sejak dari pagi untuk melaksanakan sholat idul adha berjamaah.Momentum penting dalam memperkuat keimanan dan ketaqwaan pada diri kita kepada Allah SWT.Rabu, 27/05.

Dalam hal ini pelaksanaan sholat idul adha dipimpin oleh ” Ketua DKM Al Munawwarah Ustadz Amin Syaiful Spd.i.untuk pertama kalinya dimasa kepengurusannya,Setelah melaksanakan sholat idul adha 2 rokaat dilanjutkan dengan pidato yang akan disampaikan ke jamaah. berikut ini isi pidato nya :

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Allahmuakbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar walillahil hamd.
Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmush shalihaat. Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh.
Allahumma shalli ala Sayyidina Muhammad wa ala ali Sayyidina Muhammad. Amma ba’du. Faya ‘ibadallah, ittazulullah haqqa tuqatih, wa la tamutunna illa wa antum muslimun.

Jamaah Shalat Idul Adha Masjid Al Munawwarah Gempol yang dirahmati Allah,

Hari ini, tanggal 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah, gema takbir membahana di seluruh penjuru dunia. Kita berkumpul di Masjid Al Munawwarah Gempol tercinta ini dalam keadaan sehat wal afiat. Semua ini adalah nikmat besar yang wajib kita syukuri.
Sebagai khotib, saya, Ustadz Amin Syaeful, mengajak diri saya pribadi dan seluruh jamaah sekalian: Mari kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Taqwa adalah menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dengan sepenuh hati.

Idul Adha adalah momentum emas untuk meniru ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Keimanan mereka diuji lewat perintah berkurban yang amat berat. Namun, karena landasan taqwa yang kokoh, ujian tersebut berbuah kemuliaan. Ketaatan inilah yang harus kita bawa dalam kehidupan sehari-hari kita di lingkungan kita ini.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Ibadah utama hari ini adalah menyembelih hewan kurban (Udhhiyah). Agar ibadah kurban kita diterima oleh Allah SWT, kita wajib memahami syarat sah untuk berkurban sesuai syariat Islam:
• 1. Jenis Hewan Kurban Hewan harus berupa Bahimatul An’am (hewan ternak berkaki empat). Hewan tersebut adalah unta, sapi, kerbau, kambing, atau domba.
• 2. Usia Minimal Hewan Hewan harus sudah cukup umur. Kambing minimal berusia 1 tahun masuk tahun ke-2. Sapi atau kerbau minimal berusia 2 tahun masuk tahun ke-3. Domba minimal berusia 6 bulan jika sudah ganti gigi (poel).
• 3. Sehat dan Tidak Cacat Hewan tidak boleh buta sebelah atau kedua matanya. Tidak boleh sakit parah yang tampak jelas. Tidak boleh pincang yang menghalangi jalannya. Tidak boleh kurus kering hingga tidak berdaging atau tidak bersumsum.
• 4. Kepemilikan yang Sah Hewan kurban harus milik sendiri secara sah. Bukan hasil mencuri, merampok, atau dibeli dengan uang haram (seperti riba). Hewan pinjaman atau warisan yang belum dibagi juga tidak sah dikurbankan.
• 5. Waktu Penyembelihan yang Tepat Penyembelihan hanya sah dilakukan setelah selesai shalat Idul Adha hari ini (10 Dzulhijjah) hingga tenggelamnya matahari pada hari Tasyrik terakhir (13 Dzulhijjah). Penyembelihan sebelum shalat Id dianggap daging biasa, bukan kurban.
Jamaah Masjid Al Munawwarah yang berbahagia,

Ingatlah esensi utama dari ibadah ini. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Daging-daging kurban dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketaqwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. Al-Hajj: 37).

Mari kita jadikan Idul Adha 1447 H ini sebagai jembatan untuk membersihkan hati dari sifat kikir, sombong, dan egois. Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah dan kurban kita, serta menetapkan kita sebagai hamba yang bertaqwa.
Baarakallahu lii wa lakum fil qur’aanil ‘azhiim. Wa nafa’anii wa iyyaakum bimaa fiihi minal aayati wadz dzikril hakiim. Aqoolu qawlii haadzaa wa astaghfirullaaha lii wa lakum.

Dilanjutkan setelah selesai sholat idul adha,DKM melaksanakan kegiatan potong hewan kurban kambing di halaman depan masjid Al Munawwarah Gempol bersama pengurus untuk meningkatkan kebersamaan,bergotong royong serta mempererat hubungan dengan pengurus dan masyarakat demi terciptanya hubungan yang harmonis dan religius.

Ditengah kondisi sosial yang berubah masyarakat jangan sampai lupa dengan kepedulian dan kebersamaan serta guyub dan rukun dalam hidup bertetangga.

Taufik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *