ACEH UTARA, mitratnipolri.co.id
Bupati Aceh Utara, Ismail Ajalil yang akrab disapa Ayah Wa, memaparkan berbagai capaian dan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam proses pemulihan pascabencana banjir yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025.
Pemaparan tersebut disampaikan Ayah Wa dalam diskusi bersama puluhan jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Pers Kawal Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab Rekon) Banjir Aceh, yang digelar menjelang buka puasa bersama di sebuah kafe di Aceh Utara, Sabtu (7/3).
Dalam forum diskusi tersebut, Ayah Wa menjelaskan bahwa banjir besar yang melanda 25 dari 27 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara telah mendorong pemerintah daerah bekerja ekstra cepat dalam upaya penanganan dan pemulihan bagi masyarakat terdampak.
Menurutnya, perhatian pemerintah pusat terhadap Aceh Utara meningkat signifikan setelah berbagai kondisi dampak banjir di daerah tersebut viral di media sosial.
“Berkat viralnya “payung”, hampir semua menteri dan pejabat pusat datang langsung ke Aceh Utara untuk melihat kondisi masyarakat yang terdampak banjir, termasuk daerah yang sebelumnya sulit dijangkau,” ujar Ayah Wa dengan nada santai yang disambut tawa para wartawan.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini progres pembangunan hunian sementara (huntara) telah mencapai sekitar 82 persen dari total 4.500 unit yang direncanakan. Pemerintah daerah juga terus mempercepat proses pembangunan agar para korban banjir dapat segera menempati tempat tinggal yang layak.
“Mudah-mudahan sebelum Hari Raya Idulfitri seluruh masyarakat yang rumahnya rusak berat sudah dapat menempati huntara,” katanya.
Selain huntara, pemerintah juga sedang mempersiapkan pembangunan sekitar 1.000 unit hunian tetap (huntap) bagi korban banjir. Bahkan, dalam waktu dekat sebanyak 103 unit huntap bantuan dari Menko Polhukam dijadwalkan akan segera diresmikan.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga tengah merampungkan pendataan rumah yang mengalami kerusakan ringan, guna memastikan bantuan dana stimulan dapat segera disalurkan kepada masyarakat sebelum Lebaran.
“Kami sudah menghimbau kepada para keuchik dan camat untuk mempercepat proses pendataan rumah rusak ringan agar bantuan dana stimulan bisa segera diberikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Ayah Wa juga menekankan pentingnya pendataan bagi kepala keluarga (KK) gantung yang rumahnya mengalami kerusakan berat agar dapat diusulkan sebagai penerima bantuan hunian tetap.
Selain itu, ia meminta aparatur gampong untuk mendata rumah yang terdampak lumpur dengan ketebalan lebih dari 20 sentimeter, agar dapat dikategorikan sebagai rumah rusak ringan dan berhak menerima bantuan perbaikan.
“Rumah yang berlumpur lebih dari 20 cm agar dimasukkan dalam kategori rusak ringan. Begitu juga dengan KK gantung yang rumahnya rusak berat harus segera didata, supaya bisa diusulkan mendapatkan hunian tetap,” pungkas Ayah Wa.
Diskusi tersebut berlangsung hangat dan interaktif, dengan para jurnalis turut menyampaikan berbagai masukan serta pertanyaan terkait transparansi, percepatan pembangunan hunian, dan ketepatan sasaran bantuan bagi korban banjir di Aceh Utara.
Abuyan
Editor : Taufik S
