Jawa Barat, mitratnipolri.co.id
Momentum Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar ritual tahunan untuk mengingat sejarah. Rabu 20/05/2026
Ini adalah alarm besar yang berbunyi di dada setiap pemuda Indonesia untuk bangun, bergerak, dan mengambil alih kemudi masa depan bangsa.
Pesan kuat ini ditegaskan oleh Herman Budiantoro, Pemimpin Redaksi Media mitratnipolri.co.id, yang juga aktif sebagai pengurus organisasi jurnalis Polda Jabar, serta Paralegal pada Biro Hukum dan Advokasi PP POLRI JABAR—di bawah kepemimpinan Brigjen Pol (P) Adv. Dr. Drs. H. M. Naseer Amir, S.H., M.H., sekaligus Ketua Paguyuban Purnawirawan Brimob Polda Jabar.
”Kebangkitan Nasional hari ini bukan lagi melawan penjajah dengan senjata fisik, melainkan melawan kebodohan, berita bohong (hoaks), ketidakadilan hukum, dan rasa malas yang membelenggu potensi diri.”
Herman Budiantoro
3 Pilar Kebangkitan untuk Generasi Muda
Untuk menjadi generasi emas yang tangguh, Herman Budiantoro menekankan tiga aspek krusial yang harus dimiliki oleh pemuda saat ini:
Pena dan Literasi yang Kuat (Sisi Jurnalisme)
Di era digital, informasi adalah senjata.
Generasi muda harus menjadi agen pelurus informasi, bukan penyebar hoaks.
Isilah ruang digital dengan narasi positif, edukatif, dan bangun nasionalisme melalui karya.
Melek Hukum dan Keadilan (Sisi Paralegal)
Pahami hukum untuk melindungi diri dan sesama. Jadilah generasi yang taat hukum dan berani menyuarakan kebenaran demi tegaknya keadilan di bumi pertiwi.
Disiplin dan Jiwa Korsa (Sisi Sinergi TNI-POLRI)
Meneladani ketegasan, disiplin, dan kesetiaan NKRI dari para purnawirawan dan institusi pengaman negara. Jaga persatuan dan kesatuan, jangan biarkan bangsa ini terpecah belah oleh kepentingan sesaat.
Pesan Kebangsaan untuk Masa Depan
Di bawah bimbingan dan teladan dari tokoh-tokoh senior seperti Brigjen Pol (P) Adv. Dr. Drs. H. M. Naseer Amir, S.H., M.H., generasi muda diharapkan tidak manja. Kehadiran para purnawirawan, termasuk Paguyuban Purnawirawan Brimob Polda Jabar, adalah bukti nyata bahwa pengabdian kepada bangsa tidak pernah mengenal kata pensiun.
Jika yang senior saja tidak pernah lelah mencintai dan mengabdi pada negeri ini, maka haram hukumnya bagi yang muda untuk menyerah sebelum bertarung!
Refleksi Akhir
”Mari jadikan Hari Kebangkitan Nasional ini sebagai titik balik. Buang keluh kesah, asah kemampuan, perkuat integritas. Masa depan Indonesia ada di genggaman jemari kalian, di dalam pemikiran kalian, dan di atas pundak kalian. Bangkitlah Pemuda, Indonesia Menantang Karya Nyatamu!”
BERSINERGI UNTUK NEGERI
Pungkas Herman
