BALAP LIAR DI PALANGKA RAYA MASIH MARAK, WACANA “WEEKEND RACE” MUNCUL SEBAGAI SOLUSI PEMBINAAN

Palangka Raya, mitratnipolri.co.id

Aksi balap liar yang melibatkan remaja di Kota Palangka Raya hingga kini masih menjadi persoalan yang mendapat sorotan masyarakat. Kegiatan berbahaya tersebut tidak hanya terjadi di satu titik, tetapi kerap berpindah lokasi untuk menghindari patroli dan penindakan dari aparat kepolisian.

 

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polresta Palangka Raya, Kompol Hermanto, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan upaya penertiban melalui patroli gabungan yang digelar secara rutin. Namun, di sisi lain, kepolisian juga mulai mengedepankan pendekatan yang lebih persuasif guna mencari solusi jangka panjang.

 

Salah satu gagasan yang kini mulai dibahas adalah penyediaan ruang khusus bagi anak muda yang memiliki minat di dunia balap motor agar dapat menyalurkan hobinya secara aman dan terarah.

 

“Sedang kami komunikasikan, dan muncul ide bagaimana kalau kita siapkan satu kegiatan rutin, semacam weekend race. Rencana ini akan dibahas lebih lanjut setelah pelaksanaan Kejurnas yang diprakarsai Kapolda. Nantinya kegiatan ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi anak-anak yang selama ini terlibat balap liar,” ujar Kompol Hermanto dalam program Zona Edukasi di Pro 1 RRI Palangka, Kamis, 11 Juni 2026.

 

Dukungan terhadap wacana tersebut juga datang dari Anggota Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Kalimantan Tengah, Widiya Kumala. Ia menilai, penyediaan fasilitas balap yang terorganisir dapat menjadi langkah efektif untuk menekan angka balap liar di jalan raya.

 

Menurutnya, pendekatan pembinaan jauh lebih penting dibanding sekadar penindakan, karena dapat memberikan ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan bakatnya.

 

“Intinya bagaimana balap liar ini bisa diminimalisir. Bukan dihilangkan sepenuhnya, tetapi risikonya di jalanan harus ditekan. Pemerintah daerah bisa memfasilitasi mereka, misalnya dengan memaksimalkan sirkuit yang ada agar bisa digunakan secara rutin,” ujarnya.

 

Selama ini, aparat kepolisian telah melakukan berbagai langkah pencegahan, mulai dari pengawasan di titik-titik rawan hingga patroli terpadu bersama instansi terkait. Namun, perpindahan lokasi yang kerap dilakukan para pelaku membuat upaya penertiban belum sepenuhnya efektif.

 

Melalui kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan komunitas otomotif, diharapkan ke depan tersedia wadah resmi yang mampu menampung minat remaja di bidang balap motor. Selain menekan potensi kecelakaan di jalan raya, langkah ini juga dinilai dapat menjadi pintu lahirnya pembalap muda berbakat dari Kalimantan Tengah.

Jurnalis : Husin

Red/Anto Prayoga 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *