SUKAMARA, mitratnipolri.co.id
Kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sukamara terus diperkuat di tengah ancaman fenomena El Niño yang berpotensi meningkatkan kekeringan dan kerawanan kebakaran.
Personel Piket Posko Tanggap Darurat Karhutla Kabupaten Sukamara bersama tim gabungan kembali bergerak melakukan pengecekan lapangan (ground check) dan penanganan kebakaran di dua lokasi yang terindikasi mengalami karhutla di Kecamatan Sukamara.

Lokasi pertama berada di Jalan Mahang, Kelurahan Padang. Kebakaran terjadi di area yang meliputi pondok, lahan gambut, dan kebun kelapa sawit milik warga. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 2 hektare.
Dari luasan tersebut, petugas berhasil memadamkan api dan melakukan pendinginan pada sekitar 1,5 hektare lahan. Pendinginan dilakukan untuk mencegah munculnya kembali bara api, terutama di kawasan gambut yang berpotensi menyimpan panas di bawah permukaan tanah.
Penanganan juga dilakukan di Jalan Ali Ahmad, Desa Natai Sedawak. Kebakaran terjadi di lahan kosong dengan kondisi tanah gambut yang ditumbuhi pepohonan dan semak belukar.

Luas lahan yang terdampak di lokasi tersebut diperkirakan mencapai 3 hektare. Tim gabungan berhasil memadamkan api dan melakukan pendinginan pada sekitar 2 hektare lahan. Upaya penanganan terus dilakukan untuk mengendalikan kebakaran dan mencegah api menyebar ke area yang lebih luas.
Tim Gabungan Lintas Instansi Dikerahkan
Penanganan karhutla di kedua lokasi melibatkan personel Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP), Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar), Dinas Pekerjaan Umum (PU), serta pihak perusahaan.
Seluruh personel bekerja sama melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi terdampak. Sinergi lintas instansi ini menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan kebakaran sekaligus mencegah penyebaran api.
Di tengah ancaman El Niño yang berpotensi meningkatkan kondisi kekeringan, masyarakat di sekitar lokasi kebakaran diimbau untuk tidak melakukan pembakaran maupun membuka lahan dengan cara membakar.
Deteksi dini, respons cepat, dan kerja sama antara petugas serta masyarakat menjadi langkah penting untuk mencegah karhutla meluas. Kewaspadaan dan kepedulian bersama diperlukan guna menjaga lingkungan serta mengurangi risiko kebakaran, khususnya di kawasan lahan gambut.
Jurnalis:Husin Kaperwil Kalteng/Dery Humas
Red/Anto Prayoga
