Acara Tradisi Selamatan Giling Tebu Jadi Warisan Turun-Temurun Di Setiap Tahunnya di PG Tersana Baru

Berita87 Dilihat

BABAKAN, Kab Cirebon – Jabar, mitratnipolri.co.id

Menjelang dimulainya musim tebang dan giling tebu tahun 2026, Pabrik Gula Tersana Baru Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon kembali menggelar tradisi selamatan giling yang rutin dilaksanakan setiap tahun, Senin (25/5), Tradisi tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan sebelum proses penebangan dan penggilingan dimulai.

 

Ketua DPC APTRI PG Tersana Baru Babakan, H. Mulyadi menjelaskan, kegiatan selamatan sudah menjadi budaya turun-temurun yang diwariskan sejak zaman dahulu dan terus dipertahankan hingga sekarang.

 

“Ini tradisi yang sudah ada sejak dulu. Dari mulai selamatan kebon, selamatan giling, setelah itu baru mulai tebang. Setelah tebang pun biasanya ada syukuran lagi. Insya Allah tradisi ini akan terus dilaksanakan sampai generasi berikutnya,” ujarnya.

 

Ia mengatakan, tradisi tersebut memiliki filosofi mendalam dalam budaya petani tebu. Dalam prosesi selamatan terdapat simbol tebu indung, tebu penganten, dan tebu pengiring yang melambangkan keberlanjutan kehidupan serta harapan hasil panen yang baik.

 

“Di tebu itu ada tebu indung, tebu penganten, dan tebu pengiring. Filosofinya satu tebu bisa melahirkan banyak tunas baru. Itu simbol keberlanjutan dan harapan kesejahteraan petani,” katanya.

 

Sementara itu, menghadapi musim giling tahun ini, para petani tebu di wilayah PG Tersana Baru diperkirakan mengalami penurunan produksi sekitar 10 hingga 20 persen dibanding tahun sebelumnya.

 

Jika pada tahun lalu luas areal sekitar 2.700 hektare mampu menghasilkan lebih dari 2 juta kuintal tebu, tahun ini diperkirakan hanya mencapai sekitar 1,7 juta kuintal.

 

Menurutnya, penurunan produksi dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari keterlambatan budidaya akibat kesulitan pembiayaan perbankan, tingginya biaya pupuk dan modal produksi, hingga faktor cuaca dan serangan hama.

 

“Kami memang menghadapi banyak tantangan. Modal petani cukup berat, harga kebutuhan produksi naik, ditambah faktor iklim dan hama yang ikut mempengaruhi hasil panen,” jelasnya.

 

Meski demikian, pihak APTRI tetap optimistis musim giling tahun ini dapat berjalan baik dengan menjaga kualitas rendemen dan kerja sama bersama pabrik gula.

 

Untuk wilayah kerja PG Tersana Baru sendiri mencakup tiga daerah, yakni Kabupaten Cirebon sekitar 1.900 hektare, Brebes sekitar 600 hektare, dan Kuningan sekitar 150 hektare, dengan total luas areal mencapai sekitar 2.700 hektare.

 

“Tradisi selamatan giling ini bukan sekadar seremoni, tapi bentuk rasa syukur dan warisan budaya petani tebu yang terus kami jaga.”jelas Mulyadi.

 

Sementara Direktur Utama PG Rajawali II, Ardian Wijanarko menyampaikan komitmennya untuk menjaga kepercayaan para petani tebu yang telah menyerahkan tebu induk kepada PG Rajawali II melalui PG Tersana Baru.

 

Menurutnya, amanah yang diberikan oleh para petani, baik yang tergabung dalam PPTRI maupun APTRI PG Tersana Baru, menjadi tanggung jawab besar yang harus dijalankan secara maksimal oleh pihak pabrik.

 

Ia menegaskan, seluruh proses penggilingan akan dilakukan secara optimal agar menghasilkan rendemen yang tinggi, sehingga mampu memberikan keuntungan yang lebih baik bagi petani tebu. Selain itu, pihaknya juga berharap harga jual gula tetap stabil dan menguntungkan, sehingga kesejahteraan petani dapat terus meningkat seiring dengan produktivitas pabrik.

 

“Insyaallah kami akan menjaga amanah dari para petani tebu, baik dari PUTRI maupun APTRI PG Tersana Baru. PG akan menggiling dengan baik, menghasilkan rendemen tinggi, bagi hasil yang baik, serta harga jual yang tinggi. Harapannya petani sejahtera dan pabrik juga mendapatkan keuntungan,” ujar Ardian Wijanarko. (F-06).

 

Caption: Tradisi selamatan giling kembali digelar PG Tersana Baru Babakan sebagai bentuk rasa syukur sebelum musim tebang dan giling dimulai. Tradisi turun-temurun ini sekaligus menjadi simbol harapan hasil panen tebu yang lebih baik di tengah tantangan produksi tahun 2026. Senin (25/5) /

Sumber : kang nawawi ( FC )

Jurnalis : Anto Prayoga & Heri Edot ( AMX )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *