Penguatan Pilar Kebangsaan Jadi Sorotan dalam Sosialisasi MPR RI di Pademangan Timur

Pemerintah56 Dilihat

Jakarta Utara, mitratnipolri.co.id :

Upaya memperkuat konsolidasi nilai kebangsaan di tengah masyarakat urban kembali digencarkan melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang diselenggarakan oleh Anggota MPR RI, Sigit Purnomo, S.A.P., S.H. di Pademangan Timur, Jakarta Utara, Senin pagi (15/12/2025).

Kegiatan ini menyoroti urgensi pemahaman kolektif terhadap prinsip dasar bernegara sebagai salah satu modal sosial menghadapi dinamika sosial-politik nasional.

Dalam paparannya, Sigit Purnomo, S.A.P, S.H, Anggota MPR RI menekankan, bahwa tantangan kebangsaan saat ini tidak lagi bersifat linear, melainkan bersifat multidimensi—meliputi disrupsi teknologi, polarisasi sosial, hingga melemahnya literasi ideologis di kalangan generasi muda.

“Karena itu, Empat Pilar—Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—didorong untuk kembali menjadi instrumen pemersatu di tengah kompleksitas tersebut,” katanya.

Masih Pasha, sapaan akrabnya, ia juga menyoroti meningkatnya intensitas arus informasi dan media sosial yang berpotensi memproduksi disinformasi serta mempercepat penyebaran intoleransi. Dalam konteks itu, internalisasi nilai Pancasila dianggap mendesak, terutama di wilayah padat penduduk seperti Pademangan Timur, yang memiliki keragaman sosial tinggi dan mobilitas warga yang dinamis.

“Ketahanan sosial masyarakat kini sangat ditentukan oleh kemampuan memahami perbedaan dan menjaga ruang dialog,” ujarnya dalam sesi pemaparan.

Lebih lanjut, dalam menutup kegiatannya, Anggota MPR RI ini menegaskan, bahwa membumikan Empat Pilar tidak hanya menjadi tugas institusional MPR, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Saya berharap, agar nilai-nilai kebangsaan dapat terus ditransformasikan dalam tindakan nyata guna memperkuat kohesi sosial dan menjaga stabilitas nasional di tengah perubahan zaman yang cepat,” tegasnya.

Sebagai informasi, sesi diskusi ini melibatkan tokoh masyarakat, kelompok perempuan, pemuda, dan unsur RT/RW mengungkap sejumlah catatan penting, termasuk kebutuhan penguatan pendidikan karakter di tingkat keluarga, peningkatan literasi konstitusi, serta pentingnya memperluas ruang perjumpaan warga untuk memperkuat toleransi.

Warga juga menyoroti perlunya program keberlanjutan agar sosialisasi Empat Pilar tidak berhenti pada aspek seremonial.

Jurnalis : Irma
Editor : Taufik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *