Pemkab Majalengka Dukung Penggunaan Atap Genting, Dorong Ekonomi Rakyat

Berita26 Dilihat

Majalengka, mitratnipolri.co.id

Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, MM, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka dalam mendukung arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait penggunaan atap genting pada bangunan, khususnya gedung pemerintahan dan fasilitas publik.

Hal tersebut disampaikan Bupati, H. Eman Suherman usai menghadiri Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah yang dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026). Menurutnya, kebijakan tersebut selaras dengan arah pembangunan daerah melalui program Majalengka Langkung SAE yang menekankan pembangunan berkelanjutan, berkeadilan, dan berpihak pada ekonomi rakyat.

“Penggunaan atap genting sejalan dengan semangat Majalengka Langkung SAE, di mana pembangunan tidak hanya mengejar fisik, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha dan perajin lokal,” ujar Bupati.

Ia menjelaskan, Majalengka memiliki potensi industri genting rakyat yang cukup besar dan tersebar di sejumlah kecamatan. Dengan adanya arahan Presiden tersebut, Pemkab Majalengka akan mendorong penggunaan atap genting pada pembangunan gedung pemerintahan, sekolah, fasilitas kesehatan, serta infrastruktur publik lainnya.

“Ini adalah bentuk keberpihakan nyata kepada produk lokal. Selain lebih ramah lingkungan dan sesuai dengan karakter iklim daerah, genting juga mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan dan membuka lapangan kerja,” tambahnya.

Bupati Eman menegaskan, implementasi kebijakan ini akan disinergikan dengan perencanaan pembangunan daerah agar sejalan dengan prinsip visi misi Majalengka Langkung Sae yang menjadi fondasi pembangunan Majalengka.

Melalui sinergi antara kebijakan pusat dan daerah, Bupati berharap Majalengka dapat terus tumbuh sebagai daerah yang mandiri secara ekonomi, kuat secara sosial, serta berkelanjutan dalam pembangunan lingkungan.

Seperti diketahui, bahwa Kabupaten Majalengka, sejak lama dikenal memiliki dua ikon yang melekat kuat dalam ingatan masyarakat yaitu kecap Majalengka dan genteng Jatiwangi. Dari dua identitas itu, genteng Jatiwangi bukan sekadar produk bangunan, melainkan simbol warisan budaya, keterampilan turun-temurun, dan denyut ekonomi rakyat. Dengan kualitasnya dikenal kuat, tahan lama, dan menyatu dengan karakter rumah-rumah tradisional.

Mengalami masa keemasan pada tahun 1980-an sampai awal milenium, genting Jatiwangi jadi merek dagang terkenal yang memasok pasar di seluruh Indonesia, bahkan diekspor ke sejumlah negara di Asia dan Eropa. Jumlah pabrik genting Jatiwangi menjamur sampai angka 600-an jebor.

Zaman berubah. Majalengka pun berubah. Pembangunan bendungan Jatigede di perbatasan Sumedang Majalengka, Bandara internasional Kertajati, Tol Cileunyi Sumedang Dawuan yang terhubung dengan tol Cipali, menandai dimulainya era industri di kawasan tersebut.

Sampai saat ini diperkirakan hanya tersisa sekitar 120-an pabrik genting yang masih berusaha tetap hidup. Generasi mudanya lebih suka kerja di pabrik manufaktur besar yang bersih dan terlihat lebih keren.

Jurnalis : Nanang S

Red/Aldi P

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *