Cirebon mitratnipolri.co.id
Satu hari lagi menjelang acara arak arakan di Desa Gempol yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Desember 2025 mendapatkan aksi Protes dari peserta arak arakan karena acara ngunjung buyut Gempol dibatalkan dikarenakan tidak dapat ijin dari kepolisian Polsek Gempol Polresta Cirebon Jumat,26/12/2025.
Dalam aksi Protes nya pemuda warga Gempol dan sekitarnya yang sudah mendaftar kan diri untuk mengikuti acara ngunjung buyut Gempol yang diadakan oleh pemerintah desa Gempol merasa kecewa dikarenakan mereka sudah mengeluarkan anggaran besar untuk membuat Ogoh Ogoh yang akan di arak arakan di acara ngunjung buyut Gempol dibatalkan karena tidak dapat ijin.
Panitia arak arakan menerima aksi Protes tersebut yang diwakilkan oleh Suryani dan Hary selaku perangkat desa mengatakan ” Kami menerima aksi Protes tersebut dengan baik dan memberikan arahan bahwa acara arak arakan tidak bisa dilanjutkan dikarenakan tidak dapat ijin dari kepolisian dan bagi yang sudah bikin Ogoh Ogoh nya bisa dibawa ke lapangan wijen pada pukul 3 pagi atau waktu subuh untuk di nilai,tapi hal ini diprotes karena inginya minta di arak arakan dijalan.
Menurut salah satu pemuda yang tidak mau disebutkan namanya merasa kecewa dan kesal dikarenakan kami sudah mengeluarkan anggaran atau biaya yang begitu besar untuk bikin Ogoh Ogoh dan sudah mendaftar ke panitia sebesar Rp 50 ribu.kini tiba tiba acara dibatalkan ,kami rugi besar,rugi tenaga dan waktu dan meminta ingin ganti rugi dan minta kembalikan uang pendaftaran,ujarnya sambil nada kesal.Dan juga kekesalan disebarkan dimedsos FB lewat akun “Sedulur Palimanan” banyak beragam komentar dari warga netizen terkait aksi protes tersebut.karena terkesan dadakan untuk pembatalan nya.

Salah satu peserta arak arakan melepas Kekesalannya berame rame menggotong dan membawa Ogoh Ogoh yang sudah dibuatnya dibawa didepan kantor desa Gempol yang diletakan dipinggir jalan.
Beruntung aksi Protes tersebut tidak bersikap anarkis ketika Babinsa dan bhabinkamtibmas Gempol datang ke desa.
Ditempat yang berbeda,ibu ibu warga desa Gempol yang sudah senang akan diadakan acara ngunjung buyut Gempol juga merasa kecewa karena batal diadakan juga dikarenakan mereka ingin berpartisipasi untuk memeriahkannya sampai membeli baju,perlengkapan untuk arak arakan sampai ratusan ribu kini acara batal ,kami rugi besar,kami ingin ganti rugi.ucap dari ibu ibu warga desa Gempol dengan penuh kecewa dan kesal.
Kekesalan juga datang dari warga Gempol (DD) yang dari perantauan pulang ke kampung halamannya demi ingin menonton dan ingin meriahkan acara ngunjung buyut gempol kini kecewa sungguh kecewa, kata DD.
Menurut warga inisial D kalau ingin mengadakan acara arak arakan ngunjung buyut perijinan harus jauh jauh hari satu bulan sebelumnya ,setelah dapat ijin baru di bikin spanduk dan menyebarkan infonya ke semua masyarakat sekitar, “inimah belum dapat ijin sudah pasang spanduk dan sudah disebarluaskan informasinya.” ujar D
Kalau sudah begini siapa yang akan bertanggung jawab.tutupnya
Sampai berita ini di tayangkan belum ada informasi resmi dari Kuwu desa Gempol askarno perihal solusi atas apa yang jadi keinginan masyarakat / peserta terkait pengembalian uang pendaftaran dan pergantian uang ganti rugi biaya bikin Ogoh Ogoh.
*/Taufik











