Palangka Raya, mitratnipolri.co.id
Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah terus dioptimalkan oleh jajaran Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Kalimantan Tengah. Dirsamapta Polda Kalteng turun langsung memimpin pembuatan sumur bor guna memastikan ketersediaan air selama proses pemadaman berlangsung, Rabu (9/9/2026).
Pembuatan sumur bor tersebut merupakan langkah antisipatif mengingat sejumlah lokasi karhutla berada jauh dari sumber air permukaan. Selain itu, musim kemarau menyebabkan debit air alami cenderung menyusut. Dengan adanya sumur bor, pasokan air untuk kebutuhan pemadaman diharapkan dapat tersedia secara berkelanjutan tanpa bergantung sepenuhnya pada sumber air yang terbatas di sekitar lokasi kebakaran.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi menyeluruh Polda Kalteng dalam menangani karhutla. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada pemadaman di titik api, tetapi juga memastikan dukungan logistik dan sumber daya agar operasi pemadaman dapat berjalan secara optimal dan berkesinambungan.
Dirsamapta Polda Kalteng Kombes Pol. Viddy Dasmasela, S.H., S.I.K., M.M., mewakili Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., menjelaskan bahwa pembuatan sumur bor menjadi salah satu solusi strategis di tengah keterbatasan sumber air di sejumlah titik rawan karhutla.

“Kami memimpin langsung pembuatan sumur bor ini agar ketersediaan air untuk pemadaman tetap terjaga, terutama di wilayah yang selama ini sulit mendapatkan akses terhadap sumber air. Ini merupakan langkah konkret agar proses pemadaman tidak terhambat hanya karena minimnya pasokan air di lapangan,” jelas Viddy.
Dalam pelaksanaannya, personel Ditsamapta bersama tim terkait menentukan titik-titik strategis untuk pembuatan sumur bor, yakni lokasi yang berdekatan dengan kawasan rawan karhutla, tetapi minim sumber air. Proses pengeboran dilakukan secara bertahap dengan memperhitungkan kedalaman serta debit air yang dihasilkan agar dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Keberadaan sumur bor ini kami harapkan dapat menjadi solusi jangka panjang, bukan hanya untuk penanganan karhutla saat ini, tetapi juga sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran pada musim-musim berikutnya,” tambahnya.
Ditsamapta Polda Kalteng juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah karhutla dengan tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diimbau segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau kepulan asap di sekitar wilayahnya.
“Pencegahan tetap menjadi kunci utama. Sekecil apa pun potensi titik api yang ditemukan, segera laporkan kepada petugas terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti dan tidak meluas,” pungkasnya.
Jurnalis : Husin/Kaperwil Kalteng
Red/Anto Prayoga
