Di Tengah Asap Pekat, Babinsa Kumai Bersama Tim Gabungan Berjuang Padamkan Karhutla di Sungai Kapitan

Institusi TNI21 Dilihat

Pangkalan Bun, mitratnipolri.co.id

Tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah RT 12, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa (8/9/2026).

 

Kebakaran yang terjadi di lahan gambut tersebut menimbulkan asap tebal dan hingga saat ini masih dalam proses penanganan. Titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Desa Sungai Kapitan dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 8 hektare.

Kondisi lahan gambut yang cukup tebal menyebabkan api dan asap muncul dari dalam tanah sehingga menyulitkan proses pemadaman.

 

Sebanyak 67 personel gabungan diterjunkan ke lokasi. Mereka terdiri atas unsur TNI, Polri, BPBD, Damkar, Basarnas, MPA, relawan, dan masyarakat.

 

Selain personel, tim gabungan juga didukung sejumlah sarana dan prasarana, di antaranya kendaraan operasional, mobil tangki air, kendaraan Hilux BPBD, serta dua unit mesin pompa robin untuk mempercepat proses pemadaman.

 

Danramil 1014-02/Kumai, Kapten Inf Faturrachman, mengatakan seluruh unsur yang terlibat terus bekerja sama untuk mengendalikan kebakaran agar tidak meluas ke wilayah lain.

 

“Saat ini tim gabungan masih melaksanakan pemadaman di lokasi. Kendala utama adalah kondisi lahan gambut yang cukup tebal sehingga bara api masih tersimpan di bawah permukaan dan menimbulkan asap. Kami terus berupaya semaksimal mungkin bersama seluruh unsur yang terlibat agar api dapat segera dipadamkan,” ujar Kapten Inf Faturrachman.

 

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih kering.

 

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar dan segera laporkan apabila menemukan titik api atau asap agar dapat ditangani lebih cepat. Pencegahan adalah langkah terbaik untuk melindungi lingkungan dan kesehatan kita bersama,” tegasnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih berada di lokasi untuk melaksanakan pemadaman dan pendinginan guna memastikan api benar-benar padam serta tidak kembali muncul di area lahan gambut yang terbakar.

 

Jurnalis : Husin/Kaperwil Kalteng

Red/Anto Prayoga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *