Gerak Cepat Anggota Koramil Jelai Bersama Manggala Agni, Karhutla di Sei Cabang Barat Mulai Teratasi

Institusi TNI25 Dilihat

SUKAMARA, mitratnipolri.co.id

Personel TNI dari Koramil 1014-08/Jelai bersama Manggala Agni dan masyarakat melaksanakan pengecekan lapangan (ground checking) terhadap titik panas (hotspot) sekaligus melakukan penanganan kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Sukamara, Kamis (3/9/2026).

 

Kegiatan tersebut dimulai sekitar pukul 14.10 WIB. Berdasarkan hasil pemantauan, titik panas terdeteksi di Desa Sei Cabang Barat, Kecamatan Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah.

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 4 hektare. Penanganan melibatkan personel Koramil 1014-08/Jelai, Manggala Agni, serta masyarakat atau relawan.

 

Untuk mencapai lokasi, personel menempuh jarak sekitar 46 kilometer dari Koramil 1014-08/Jelai dengan waktu perjalanan kurang lebih 1 jam 35 menit menggunakan kendaraan roda dua.

 

Pelaksana Harian (Plh.) Danramil 1014-08/Jelai, Peltu Hera Tomi Jaya, mengatakan bahwa pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi titik panas sekaligus mempercepat penanganan kebakaran lahan.

 

“Setelah dilakukan pengecekan, api sudah mulai berkurang. Saat ini petugas masih melakukan pendinginan dan pembasahan pada lahan yang terbakar untuk memastikan api tidak kembali menyala,” kata Peltu Hera Tomi Jaya.

 

Ia menjelaskan, penanganan dilakukan secara manual dengan membasahi titik-titik api. Petugas juga terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

 

“Kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Kami juga melaksanakan patroli dan pemantauan titik panas secara rutin bersama instansi terkait dan masyarakat,” ujarnya.

 

Selain melakukan pemadaman, petugas juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Koordinasi dengan pihak kepolisian serta Masyarakat Peduli Api (MPA) juga terus dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan.

 

Menurut Peltu Hera Tomi Jaya, pencegahan Karhutla membutuhkan kerja sama dari seluruh pihak.

 

“Pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tugas petugas, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila melihat adanya titik api,” pungkasnya.

 

Hingga pukul 16.30 WIB, kondisi api dilaporkan sudah mulai berkurang. Petugas masih melaksanakan proses pendinginan dan pembasahan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.

 

Jurnalis : Husin/Kaperwil Kalteng

Red/Anto Prayoga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *