HADAPI KARHUTLA DAN KABUT ASAP, PANGDAM XII/TPR BERSAMA RIBUAN WARGA PONTIANAK GELAR SHALAT ISTISQA

Institusi TNI28 Dilihat

PONTIANAK, mitratnipolri.co.id

Menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap akibat kemarau panjang, Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan ribuan masyarakat Kota Pontianak melaksanakan Shalat Istisqa di halaman Masjid Raya Mujahidin, Sabtu (29/8/2026) pagi.

 

Shalat Istisqa yang dimulai pukul 07.15 WIB tersebut diinisiasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Barat bersama Yayasan Mujahidin. Pelaksanaan salat berjemaah dan doa bersama ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan, sehingga kualitas udara di Kalimantan Barat dapat kembali membaik.

Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, mengatakan bahwa penanganan karhutla membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui pemadaman di lapangan, tetapi juga melalui pendekatan spiritual.

 

“Selain mengerahkan personel dan Tim Satgas di lapangan untuk memadamkan titik api, kita juga mengetuk pintu langit melalui Shalat Istisqa. Semoga Allah SWT menurunkan hujan yang lebat dan merata sehingga bencana kabut asap ini segera berakhir,” ujar Pangdam.

 

Pelaksanaan Shalat Istisqa berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan. Ustadz Ahmad Sima Hanip Rahman, Lc., M.Ag., bertindak sebagai imam. Sementara itu, KH. Ahmad Zamroni Hasan, S.Ag., MA., bertindak sebagai khatib, sedangkan Ustadz Sumardi Al Hafiz menjadi pembimbing salat.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diimbau menjaga kesehatan dari paparan kabut asap serta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan yang dapat memicu dan memperluas kebakaran.

 

Shalat Istisqa ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama antara pemerintah, TNI, tokoh agama, dan masyarakat dalam menghadapi dampak kemarau serta karhutla. Selain upaya penanganan di lapangan, doa bersama diharapkan menjadi momentum untuk memohon turunnya hujan dan berakhirnya kabut asap yang melanda wilayah Kalimantan Barat.

 

Jurnalis : Husin/Kaperwil Kalteng

Red/Anto Prayoga 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *