TIM GABUNGAN TANGANI KARHUTLA DI DESA DAYU, LAHAN TERBAKAR DIPERKIRAKAN 10 HEKTARE

Berita30 Dilihat

Barito Timur, mitratnipolri.co.id

Tim gabungan menindaklanjuti informasi mengenai titik panas atau hotspot yang terdeteksi satelit TERRA-AQUA-NOAA20-SNPP dengan tingkat kepercayaan 9 persen di Desa Dayu RT 06, Kecamatan Karusen Janang, Kabupaten Barito Timur, Rabu (26/8/2026).

 

Menindaklanjuti informasi tersebut, personel gabungan melakukan pengecekan lapangan (groundcheck) sekaligus penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) untuk mencegah api meluas ke wilayah sekitarnya.

 

Kegiatan groundcheck dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dan berlangsung hingga selesai. Tim menempuh perjalanan darat menuju lokasi yang berjarak sekitar 35 kilometer dari wilayah Polsek, dengan waktu tempuh kurang lebih 40 menit.

 

Setibanya di lokasi, petugas menemukan area hutan yang telah terbakar dengan luas diperkirakan mencapai 10 hektare. Lahan tersebut merupakan kawasan hutan yang tidak terurus dan telah ditumbuhi semak belukar sehingga berpotensi mempercepat penyebaran api.

 

Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur, yakni 12 personel Brimob Yon C, sembilan personel TNI, 25 personel BPBD/Damkar, tujuh personel Pemerintah Desa Dayu, enam warga, serta tujuh relawan.

 

Kegiatan tersebut didukung 11 unit kendaraan roda dua dan empat unit kendaraan roda empat untuk menunjang mobilitas personel selama berada di lokasi.

 

Selain melakukan penanganan terhadap area yang terbakar, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat. Bhabinkamtibmas mengimbau warga agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

 

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api atau mengetahui adanya kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitar.

 

Keterlibatan berbagai unsur dalam penanganan tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat dalam merespons informasi hotspot secara cepat.

 

Melalui pengecekan lapangan dan penanganan secara terpadu, potensi meluasnya Karhutla di wilayah Kabupaten Barito Timur diharapkan dapat diminimalkan. Upaya tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta tidak melakukan pembakaran lahan.

 

Jurnalis : Husin/Kaperwil Kalteng

Red/Anto Prayoga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *