PANGDAM XII/TPR IKUTI RAPAT PENYIAPAN PERSONEL PENYULUH KARHUTLA BERSAMA ASOPS PANGLIMA TNI

Institusi TNI53 Dilihat

KUBU RAYA, mitratnipolri.co.id

Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., mengikuti rapat penyiapan personel penyuluh pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara daring dari Ruang Yudha, Makodam XII/Tpr, Senin (24/8/2026).

 

Rapat tersebut dipimpin Asops Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun dan diikuti jajaran pimpinan TNI. Kegiatan ini membahas kesiapan personel yang akan dilibatkan dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla, terutama melalui kegiatan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat.

Kapendam XII/Tpr Kolonel Arh Agung Sinaring M. mengatakan, keterlibatan Kodam XII/Tpr dalam rapat tersebut merupakan bentuk komitmen TNI untuk memperkuat langkah pencegahan karhutla, khususnya di wilayah Kalimantan Barat.

 

“Rapat ini bertujuan menyamakan persepsi sekaligus menyiapkan kapasitas personel TNI yang akan ditugaskan sebagai penyuluh pencegahan dan penanganan karhutla di tingkat lapangan,” ujar Agung Sinaring di Makodam XII/Tpr.

 

Ia menjelaskan, penyiapan personel penyuluh menjadi bagian penting dalam upaya mencegah terjadinya karhutla. Prajurit yang ditugaskan diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan dalam menghadapi kebakaran, tetapi juga mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak karhutla.

 

Personel penyuluh nantinya akan memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai pencegahan karhutla serta mendorong masyarakat untuk ikut berperan dalam menjaga lingkungan. Pelaksanaan kegiatan tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat terkait, pemangku kepentingan, dan masyarakat setempat.

 

“Pembekalan dan penyiapan personel penyuluh sangat penting agar prajurit yang bertugas di lapangan mampu memberikan edukasi, sosialisasi, serta melakukan langkah pencegahan dini secara efektif bersama pemangku kepentingan dan masyarakat,” katanya.

 

Menurut Agung, pendekatan pencegahan melalui edukasi masyarakat diharapkan dapat membantu mengurangi potensi munculnya titik panas (hotspot) dan mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih luas.

 

Kodam XII/Tpr juga akan terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan personel sebagai bagian dari upaya menghadapi ancaman karhutla. Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan.

 

Dengan dukungan personel yang telah dipersiapkan secara terarah serta sinergi dengan berbagai pihak, upaya pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Barat diharapkan dapat berjalan secara efektif, cepat, dan berkelanjutan.

 

Jurnalis : Husin/Kaperwil Kalteng

Red/Anto Prayoga 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *