TAMIANG LAYANG, mitratnipolri.co.id
Polres Barito Timur merespons cepat laporan masyarakat terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Murutuwu RT 04/RW 01, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur, Senin (24/8/2026). Srikandi Polres Barito Timur bersama personel Polsek jajaran turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan lapangan (ground check) sekaligus menangani titik api.
Kegiatan tersebut dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dan melibatkan 12 personel Polri serta sekitar lima warga. Tim membawa sejumlah sarana pendukung, yaitu empat unit kendaraan roda dua, dua unit kendaraan roda empat, dua unit kendaraan roda enam, satu unit jonder milik PT Sawit Graha Manunggal (SGM), dua unit mesin Alkon, dan dua unit ekskavator.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, titik api berada pada koordinat -2.10898, 115.08661 dan -2.10899, 115.08699. Area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 5 hingga 7 hektare.
Lokasi tersebut merupakan kawasan hutan konservasi milik PT AEP dengan luas keseluruhan lebih dari 15 hektare. Vegetasi di area tersebut didominasi semak belukar, dedaunan kering sisa kebakaran sebelumnya, serta pepohonan yang masih berpotensi terbakar.
Kondisi medan dan lingkungan sekitar menjadi perhatian petugas selama proses penanganan. Pepohonan yang berada di sekitar titik api masih berpotensi tumbang sehingga personel harus mengutamakan keselamatan dan bekerja dengan penuh kehati-hatian.
Kapolsek Dusun Timur Ipda Sulkhan Sururi, S.E., mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan perusahaan untuk mencegah api meluas ke kawasan perkebunan maupun wilayah lainnya.
“Setelah dilakukan pengecekan, kami bersama pihak perusahaan mengambil langkah pencegahan dengan membuat kanal pembatas menggunakan dua unit ekskavator milik PT AEP. Kanal tersebut dibuat untuk menghambat penjalaran api dan mencegah kebakaran meluas ke area perkebunan,” ujar Ipda Sulkhan.
Menurutnya, titik api tersebut berada di area yang sebelumnya mengalami kebakaran pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Kondisi lahan yang masih kering dan terdapat banyak material mudah terbakar membuat lokasi tersebut tetap membutuhkan pemantauan dan penanganan secara berkelanjutan.
Selain melakukan pengecekan dan penanganan titik api, petugas bersama pihak perusahaan terus memantau kondisi di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat sumber api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Kegiatan ini merupakan bentuk respons cepat Polres Barito Timur bersama Polsek jajaran dalam menindaklanjuti laporan masyarakat. Sinergi dengan pihak perusahaan dan masyarakat terus diperkuat untuk mencegah kebakaran meluas dan meminimalkan dampak karhutla.
Polres Barito Timur mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kondisi lahan masih kering. Warga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.
Jurnalis : Husin/Kaperwil Kalteng
Red/Anto Prayoga
