Kotawaringin Timur, mitratnipolri.co.id
Komandan Kodim (Dandim) 1015/Sampit, Letkol Inf. Dwi Candra Setyawan, S.I.P., memimpin Apel Siaga dan Gladi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kekeringan Tahun 2026 di Halaman Parkir Stadion 29 Nopember, Jalan Cilik Riwut, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. Apel dihadiri Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati, S.Pd., Kasi Ops Kasrem 102/Panju Panjung Letkol Inf. Abdul Jamal Husein, M.Han., Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Resky Maulana Zulkarnain, S.H., S.I.K., M.H., Kepala Pengadilan Negeri Sampit Benny Octavianus, S.H., M.H., Kalaksa BPBD Kotawaringin Timur Multazam, Kasatpol PP Rihel, Kepala Dinas Perhubungan Raihansyah, serta sejumlah pejabat dan unsur terkait lainnya.

Apel siaga melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi, di antaranya Kodim 1015/Sampit, Yon TP 923/Mentaya, Yon B Pelopor Sat Brimob Polda Kalimantan Tengah, Ditpolairud Polda Kalimantan Tengah, Polres Kotawaringin Timur, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, Basarnas Sampit, PMI, relawan kebencanaan, hingga perwakilan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Letkol Inf. Dwi Candra Setyawan membacakan amanat Bupati Kotawaringin Timur yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya ditegaskan bahwa apel siaga dan gladi kesiapsiagaan merupakan bentuk komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat koordinasi dalam mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan maupun kekeringan.
Pemerintah daerah menilai sinergi antara TNI, Polri, instansi pemerintah, dunia usaha, relawan, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam memperkuat langkah pencegahan sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi bencana di lapangan.
Dalam amanat tersebut juga diingatkan bahwa kebakaran hutan dan lahan memiliki dampak yang sangat luas, mulai dari kerusakan ekosistem, hilangnya keanekaragaman hayati, munculnya gangguan kesehatan akibat kabut asap, hingga terganggunya aktivitas transportasi, pendidikan, dan perekonomian masyarakat. Pengalaman penanganan Karhutla pada tahun-tahun sebelumnya menjadi pelajaran penting agar seluruh pihak meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini.
Melalui apel siaga dan gladi kesiapsiagaan ini, diharapkan koordinasi lintas sektor semakin solid sehingga upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla maupun kekeringan di Kabupaten Kotawaringin Timur dapat berjalan lebih efektif, cepat, dan terpadu demi meminimalkan risiko bencana selama musim kemarau.
Jurnalis : Husin
Red/Anto Prayoga
