Indramayu | mitratnipolri.co.id
Sebuah saluran irigasi di Desa Kliwed, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, berubah menjadi destinasi wisata dadakan yang dipadati pengunjung selama libur sekolah. Dalam sepekan terakhir, lokasi tersebut viral di media sosial dan dijuluki warganet sebagai “waterboom gratis” karena menawarkan wisata air tanpa dipungut biaya masuk.
Pantauan media di lokasi, (6/7/2026), suasana di kawasan irigasi tersebut layaknya objek wisata. Puluhan anak-anak tampak ceria berenang dan bermain di aliran air yang jernih, sementara para orang tua duduk di tepian sambil mengawasi buah hati mereka.
Di sisi lain, rindangnya pepohonan yang menaungi area tersebut juga dimanfaatkan pengunjung untuk bersantai dan berkumpul bersama keluarga. Keramaian pengunjung turut membawa berkah bagi para pedagang kaki lima yang berjualan di kawasan wisata dadakan itu.
Salah seorang pengunjung, Slamet Riyadi, mengaku mengetahui keberadaan lokasi tersebut dari media sosial. Rasa penasaran mendorongnya mengajak keluarga berkunjung untuk menikmati suasana sekaligus mengisi libur sekolah. Menurutnya, wisata air ini menjadi alternatif rekreasi keluarga karena pengunjung tidak dipungut biaya masuk.
“Awalnya tahu dari Facebook karena banyak teman yang membagikan. Kebetulan dekat dari rumah, jadi saya ajak keluarga ke sini. Tempatnya murah meriah, airnya bening, pedagangnya juga ramai dengan harga terjangkau. Parkirnya pun aman, jadi sangat membantu untuk liburan keluarga,” ujarnya.
Menurut Slamet, pengelolaan kawasan itu juga dinilai cukup baik karena adanya petugas yang bersiaga dan berpatroli di sejumlah titik untuk memantau aktivitas pengunjung, khususnya anak-anak.
“Alhamdulillah aman karena ada panitia yang selalu keliling mengawasi. Harapan saya fasilitas di lokasi ini lebih ditingkatkan lagi seperti tersedianya kamar ganti dan toilet, sehingga tempat ini semakin nyaman dan lebih tertata,” katanya.
Sementara, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kliwed, Hery Susanto, menjelaskan bahwa lokasi tersebut pada dasarnya merupakan saluran irigasi yang berfungsi mengairi area persawahan dengan sumber air dari Sungai Sindupraja. Namun, potensi alam yang dimiliki kemudian dimanfaatkan sebagai wisata lokal tanpa mengganggu fungsi utamanya.
“Ini sebenarnya saluran irigasi untuk mengairi sawah yang sumber airnya berasal dari Sungai Sindupraja. Kami manfaatkan menjadi wisata lokal tanpa mengganggu fungsi utamanya,” jelas Hery.
Hery mengungkapkan, lonjakan pengunjung mulai terjadi sejak memasuki musim libur sekolah setelah lokasi tersebut viral di media sosial. Menurutnya, kawasan itu sebenarnya telah dipersiapkan sejak dua tahun lalu melalui program penghijauan dan penataan lingkungan bersama para pemuda desa.
“Sejak libur sekolah tempat ini viral dan banyak diminati masyarakat. Dua tahun lalu kami sudah melakukan penghijauan dengan menanam pohon ketapang sebagai langkah persiapan agar kawasan ini layak menjadi destinasi wisata lokal,” ungkapnya.
Hery menyampaikan, seluruh pengunjung dapat menikmati wisata air tersebut tanpa dikenakan tiket masuk. Pengelola hanya menarik biaya parkir kendaraan sebesar Rp2.000, sedangkan para pedagang dikenakan retribusi sukarela yang digunakan untuk menjaga kebersihan dan penataan kawasan.
“Masuk ke sini gratis. Pengunjung hanya membayar parkir Rp2.000. Untuk pedagang ada retribusi yang digunakan kembali untuk menjaga kebersihan dan penataan lokasi,” ujarnya.
Hery menuturkan, seluruh pedagang yang berjualan di kawasan wisata tersebut merupakan warga Desa Kliwed. Menurutnya, keberadaan wisata air itu tidak hanya menjadi alternatif rekreasi gratis bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga setempat.
“Seluruh pedagang di sini merupakan warga lokal. Jadi, selain menjadi tempat rekreasi gratis bagi masyarakat, keberadaan wisata ini juga ikut menggerakkan perekonomian warga Desa Kliwed,pungkasnya
Jurnalis : (Masroni kabiro Indramayu)
Editor Taufik
