Palangka Raya, mitratnipolri.co.id
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Tahun 2026. Kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan kemampuan manajemen pengungsi dalam penanganan keadaan darurat bencana.
Bimtek berlangsung selama dua hari, pada 11–12 Juni 2026, di Aula Kantor BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah, Jalan Tjilik Riwut Km 7,8, Kota Palangka Raya. Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Pelaksana BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib.
Dalam sambutannya, Ahmad Toyib menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah Kalimantan Tengah. Menurutnya, keberadaan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Multisektor yang dibentuk melalui Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 188.44/167/2024 menjadi langkah strategis untuk mempercepat respons dan pelayanan kepada masyarakat saat terjadi bencana.
“Penanganan dampak bencana, termasuk pengelolaan pengungsi, membutuhkan koordinasi yang cepat, terintegrasi, dan melibatkan berbagai sektor. Pengungsian merupakan salah satu aspek yang paling penting sekaligus menantang dalam fase tanggap darurat,” ujarnya saat membuka kegiatan, Kamis (11/6).
Ia menjelaskan, manajemen pengungsi tidak hanya berkaitan dengan penyediaan tempat tinggal sementara maupun distribusi bantuan logistik. Lebih dari itu, diperlukan sistem pengelolaan yang mencakup pendataan korban secara akurat, pemenuhan kebutuhan sanitasi dan air bersih, layanan bagi kelompok rentan, hingga perlindungan terhadap perempuan dan anak selama berada di lokasi pengungsian.
“Perhatian khusus harus diberikan kepada bayi, balita, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta lanjut usia agar kebutuhan mereka dapat terpenuhi secara optimal selama masa pengungsian,” tambahnya.
Untuk memperkaya wawasan dan keterampilan peserta, BPB-PK Kalteng menghadirkan narasumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yakni Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda Riky Budi Wibowo dan Iwan Hasanudin. Keduanya menyampaikan materi terkait tata kelola penanganan darurat kemanusiaan, termasuk strategi pengelolaan pengungsian yang efektif dan sesuai standar penanggulangan bencana.
Sebanyak 45 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah dan lembaga terkait, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, PMI Kalimantan Tengah, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik, serta unsur internal BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah.
Melalui kegiatan ini, BPB-PK Kalteng berharap kapasitas anggota TRC Penanggulangan Bencana semakin meningkat, khususnya dalam melakukan kaji cepat kebutuhan pengungsi dan memberikan pelayanan kemanusiaan yang cepat, tepat, serta berorientasi pada pemenuhan hak-hak masyarakat terdampak bencana.
Penguatan sinergi lintas sektor dan peningkatan kompetensi personel dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan penanganan bencana yang lebih responsif dan bermartabat bagi masyarakat Kalimantan Tengah.
Jurnalis : Husin
Red/Anto Prayoga
